Dentuman Sambut Tahun Baru 2017

Malam ini terpaksa tak bisa gaspoll keluar karena menemani ibu yang tidur sendirian di Solo karena beliau minta saya tidak keluar, tahun baru atau tidak, hari ini hari apa sudah tak terlalu dipikirkan, yang jelas suara dentuman di udara baik mercon, slengdor masih terdengar jelas saat pergantian tahun atau saat jam 00.00 WIB. Suara dentuman ini sambut tahun baru 2017, yeahh....awal sebuah babak yang penuh ketidakpastian namun menyimpan potensi yang menggembirakan. Itulah tahun ganjil, ganjil sebuah bilangan yang cukup disukai oleh Sang Pencipta Alam ini ( Sang Kholiq ). 

Menerawang Di Tahun Ganjil 2017

Tahun baru, harapan baru, demikian pinta semua kalangan. Alhamdulillah tadi jam 8.00 malam sempat temu bakul wedangan di jalan veteran Solo yang ternyata punya 2 pitung atau C70 , dan  CB 1 buah, mantab bro....Mengingatkan saat pemakaian wedangan biker slamet riyadi solo dan dia bercerita sempat hadiri acara CB Police Jogja Dan terakhir Sukoharjo. Orangnya masih muda, sebenarnya jika lihat tampilan dan fisiknya cocok buat kantoran atau kerja di mall mall bahkan untuk sales cukup representativ ( mewakili ).



Tampilannya untuk ukuran bakul wedangan, memang terlampau ganteng masbro, hehehe....cocoknya jadi model CB miliknya. Lain kali saya upload koleksinya. Tadi sibuk layani pembeli, saya sempat karena keasikan obrolan akhirnya sempat cerita sana sini. Di tahun uni, dia optimis bisa bangun 3 koleksinya. Salut dengan kesahajaannya serta kemandiriannya. Di samping itu tekadnya mewujudkakan niyatnya untuk croming ( membuat kinclong ) semua blok mesinnya....Amin, semoga cepat terlaksana. Tidak keluar rumah serta menunggui ibu tentu sesuatu sekali, namun dapat kenalan biker baru tambah sesuatu juga.

Acara CB Knalpot Kembar Dan Saudaranya

Jarang yang meliput acara motor dengan label " twin event " seperti yang pernah dilaksanakan di kota Solo atau terkenal dengan Surakarta. Yang sering menjadi berita atau informasi heboh adalah jambore daerah atau jambore nasional  untuk motor klasik single knaplot. Acara twin motor memang jarang dilaksanakan mengingat terbatanya pemilik jenis motor ini, apalagi sekarang meski penggemar masih banyak, barangnya cukup langka.


Good Scene

Penyelenggara yang saya kenal ( panitya ) memang sering naik CB bahkan sambil memajang beberapa motor dagangan di kawasan Kawatan Solo. Pria tambuh tinggi besar ini sering dan buka stand di acara CB kurang lebih 2 tahun lalu. Hanya sekarang sering absen dan menjajagi pasar baru, yakni motor bekas lawas plus kelas twin model.

Nampak Biker Twin Usia Menengah Ke Atas

Peserta meski ranah jamnas, namun keterbatasan pemilik motor hanya diikuti kota kota dari pulau Jawa dari ujung barat hingga ujung timur ( Surabaya ).  Ternyata antusias masyarakat atau warga sekitar cukup bagus. maklum Acara ini beda sekali dengan acara ini atau sekelas dengan vespa hingga CB yang memang sudah welcome di kalangan warga indonesia.



Adiknya Standard an tetap Tak Mau Kalah

Well, kanjeng biker yang woles sajalah hari ini, kelengkapan yang bisa dijumpai acara motor twin, secara umum bentuk atau bodi memang agak besar dari kelas umumnya ( 100 - 125 ) CC. Otomatis penampilan dan asesoris diseimbangkan dengan penampilan bodi. Ada lapaker namun hanya 2 buah saja, itu pun barang yang dipajang terbatas sekali. dari pandangan kasat mata, komunitas ini memang masih jarang meski tiap kota ada anggota. Serta umumnya layanan via komunikasi khusus. Grup grup twin juga tidak seramai grup grup single knalpot yang cukup membanjiri medsos indonesia.

Laris Manis Tak Ada Saingan
Dari usia peserta juga kebanyakan mereka ( bikers ) itu dari kalangan usia menengah hingga ke atas. Ada beberapa kawula muda namun sangat minim. Apa sebabnya....?. Mungkin faktor keadaan finansial dan kolega yang jadi pertimbangan. Harga motor twin memang bisa lipat minimal 2 kali dari motor klasik biasa. Belum lagi perawatan ( maintenance ) bisa bisa merogoh budget yang cenderung membengkak.

Tetap Ada Yang menjadi Perhatian 

Sukses panitya dan acara jamnas itu, dan masyarakat Solo auatu saat akan merindukannya lagi, karena para bikers nampak cepat akrab dengan para hadirin dari luar yang ingin berfoto atau sekedar tanya jawab dengan motor motor twins yang terparkir di Hotel Kusuma Baron Surakarta. Acara ini juga berlangsut singkat namun padat, karena hingga malam hari tepat mendekati jam 11.00 malam masih berlangsung. Riungan mulai berhenti jelang tengah malam, yang membuat spesial acara inil " twin  motor " tersebut beraneka macam merek yakni Suzuki, Honda, Kawasaki, yamaha dan lain lainnya



Akhirnya Motor CB Istirahat Total

Dari hari Jumat hingga hari ini imbas atau efek kelelahan sedang nimpa motor yang biasa saya pakai harian. Bensin kadang tak lancar, kelistrikan masih byar pet ( istilah bahasa jawa) yang maksudnya " hidup lalu mati ". Perlu adanya istirahat sementara agar semuanya bisa normal lagi. Meninggalkan motor di bengkel perlu pemilihan dan alternativ yang tepat. Faktor saling percaya dan kenal cukup penting. Pengertian istirahat misalnya didapat dalam tulisan blog berikut adalah : Suatu kondisi yang tenang, rileks tanpa ada stres emosional, bebas dari kecemasan. Ini untuk manusia atau bisa saja makhluk hidup lainnya. Untuk sebuah kendaraan bermotor...? hampir sama juga lah keadaannya. Motor dirilekkan, ditenangkan, tanpa tekanan ( penggunaan yang padat aktivitas ) dan lain lainnya, bisa diteruskan sendiri.





Sebenarnya akan menserviskan di old bike parakan temanggung dimana awal pengerjaan modifikasi motor berawal disini. Namun itu perlu jarak dan waktu serta padatnya pasien ( konsumen ), saya memilih yang dekat studio zipjogja saja yang letaknya di telogo Gamping dekat kampus UMY.  Yang akan saya lakukan adalah : cek kabel kelistrikan, pembersihan tanki, cek baut baut dan mur yang sudah lewat perjalan jauh 1000 km lebih bulan lalu. Keyakinan saya, banyak komponen yang alami kendor, kabel berubah, tanki kotor dan pengencangan lain lainnya, bahkan perlu pengelasan juga karena pada bagian beghel ada yang patah.



Istirahat Sebuah Perjalanan Juga Penting

Problem yang masih berat di ongkos adalah patahnya peerslaagh yang mengharuskan bongkar mesin total. Untuk penghematan, sementara slagh saya kaitkan dengan tali yang terbuat dari ban saja, mungkin bisa disebut tali ban, namun bukan taliban yang ada di bumi afganistan looh. Masih cukup aman buat menghidupkan mesin kok. Kemungkinan bulan depan, akan kita pasang double starter saja untuk penghematan tenaga, menghindari kompressi, hanya perlu accu yang besar seperti untuk binter mercy atau sejenis yang equivalent ampere nya. hari ini mungkin bisa diambil, dan bengkelnya dimiliki Pak Handoyo, tetangga di studio zipjogja.


Ojo Di Telolet Om Aku Kagetan

Heboh tentang video yang diunggah oleh  " FAKTA " luar biasa memang. Belum genap semimggu sudah 1 juta lebih pemirsa/ penonton. Sebuah viral yang bikin heboh karena begitu cepat beredar dan di jalanan juga demikian. Tadi ambil sebentar di SPBU Ambarketawang Jogja, yang merupakan area parkir besar untuk pariwisata baik anak sekolah atau pribadi, anak anak terlibat eforia yang menghebohkan yang isinya menyapa bus bus yang lewat sambil ujar : Om Telolet Om....maksudnya meminta sopir bus yang kebetulan lewat untuk bunyikan klakson yang diisyaratkan dengan suara atau bunyi telolet. Ada juga video versi lain yang baru diunggah cukup menarik  menarik visitor.


Ojo Ditelolet, Di Dimm Wae, Aku Kagetan

Sebagai konsep pembuat kaos cb dan mengantisipasi viral viral yang beredar, umumnya komunitas klasik baik roda dua atau roda 4 memang pro dan kontra, ini biasa apalagi orang banyak.Akan tetapi kalangan klasik, jadul, lawasan nampaknya sudah punya beberapa icon atau mindset yang kadang kontra dengan informasi yang hangat dan tersebar bagai virus. Sambil coret coret malam ini, terbesitlah ide memunculkan konsep desain seperti ini dengan tema atau judul seperti yang baru saja viral di media sosial  " Ojo Ditelolet Om, Aku Kagetan "





Harga Sekring & Persaingan Bisnis

2 hari lalu kelistrikan off semua kecuali hidupnya mesin tetap dengan " ngeslagh " atau manual/ engkel. Baru kali ini alami dan dugaan saya cukup di sekring karena pengetahuan sebatas ini dulu. Mampir toko onderdil langsung beli 2 buah dan 1 buah untuk cadangan. Ada yang lucu dengan harga sekring, waktu beli di toko A dan dulu pernah beli di toko B yang letaknya berdekatan ternyata harganya berbeda 2X lipat. Dua kali lipat cuma karena harga murah tak berpengaruh. Toko A harga @sekring : 1000 rupiah, sedang toko B : 2000 rupiah. Bagaimana jika sebuah part dengan harga 100.000 ?.  Toko toko itu sekaligus merangkap sebagai bengkel baik perawatan ringan hingga motor harus menginap ( kerusakan berat ).

Banyak Lapak Banyak Persaingan..Betulkah ?

Dalam teori ekonomi mkiro persaingan dalam suatu pasar dibedakan menjadi persaingan sempurna dan tidak sempurna. Pasar yang tidak memiliki persaingan disebut dengan monopoli. Adanya persaingan menyebabkan perusahaan-perusahaan komersial untuk mengembangkan produk, teknologi dan jasa, sehingga menyebabkan lebih banyaknya pilihan, menghasilkan produk yang lebih baik, dan harga yang lebih rendah, ini yang tersebut dalam : wikipedia untuk bisnis

Hari kedua pembelian sekring dan sekarang mati/ off lagi, memerlukan cek fisik langsung. Kemarin tanpa dugaan langsung kita ganti, dan hari ini rasanya tak cukup hanya dengan mengganti. Kemungkinan kemungkinannya perlu dilihat apakah karena hal hal berikut ini :

1.  Mati saat lampu besar di ON kan
2.  Mati pada saat goncangan
3.  Mati saat rem difungsikan ( pedal )
4.  Mati saat dimmer dan lampu besar dinyalakan
5.  Mati saat perseneling gigi mundur
6.  Mati saat reting/ sein dinyalaka

Ini hanya kemungkinan saja dan nanti saat longgar akan kita lakukan cek dan ricek. Tentang persaingan harga/ bisnis tidak atau belum layak untuk dibahas disini, cukup kemukakan realitas yang ada dan ternyata ada bukti meski kedua toko/ bengkel itu berdekatan. bagaimana untuk skala lebih luas ?. Pernah terjadi tak ada persaingan karena acara CB nya cenderung internal.


Besi Berkarat Kadang Diminati Hewan

Siapa tak kenal mantan publik figur  era SBY Bung Roy Suryo...? kegemarannya untuk mobil klassik tak perlu diragukan lagi, disamping dipakai kendaraan hariannya sebagai anggota dewan saat itu. Ada sesuatu yang lain dibalik gemar tentang besi bekas dan berkarat itu, beliau berdua sangat concern atau perhatian terhadap kucing. Meski yang aktiv istri bapak Roy, namun perannya tak pernah lepas jika pas atau sedang tak ada kesibukan Bung Roy selalu menemani acara cat event.


Bung Roy Dan Besi Karatnya Yang Kinclong

Yahh, ini pengamatan sekilas saja, sebab berbagai acara cat festival atau festival kucing, Ibu Roy selalu ada. Lepas dari masalah kucing mahal/ piaraan atau kucing bebas lepas/ kampung, kucing adalah binatang/ hewan yang dekat dengan kita. Asal ucap puss....pusss....pusss, sambil bawa potongan bandeng, gereh ( dalam bahasa Jawa) ikutan sudah hewan itu. 

Bung Roy & Saya Di Klithikan Senayan

Di tempat saya ( studio zip production jogja ) tak pernah lepas namanya kucing, baik nemu di jalan atau ada orang sengaja menaruh di halaman dengan konisi masih anak anak ( cemeng : bahasa Jawa ). Di samping kucing ada ayam juga dari biasa hingga jago. Ada hal yang aneh dengan bintang binatang itu, apanya....?. yang jelas jangan dibayangkan besi berkarat dalam jumlah atau berlimpah seperti yang ada di bengkel ini.


Damai Induk & Anakanya Jika Siang Tiba

Kebiasaan kucing yang lucu ini mungkin aneh diantaranya, jika habis makan selalu cari aman berlindung dibalik besi berkarat (swing arm). Sengaja bekas copotan memang disimpan di ruang yang mudah dilihat dan siapa tahu masih ada gunanya kelak. Ternyata si manis item, panggilan kucingku suka tidur siang di situ. Mungkin adhem dan anget kali yaa.....! Entahlah.

Lain lagi kucing, lain lagi ayam. Ayam ayam sendiri atau milik tetangga biasa bertebaran di lokasi dimana saat kedatangan tamu ini. Berapa banyak ayan yang awalnya 2 ekor karena tetangga minta dibeli saja daripada saya kasih makan terus.


Mau Tidur di Pohon Selalu  Nangkring Dulu

Saya ingat ajaran Nabi Muhammad SAW yang intinya memberi makan buat hewan apapun senilai sedekah, meski itu hewan atau binitang milik sendiri. Bagaimana bila itu milik tetangga atau orang lain, apalagi memberi makan kepada sesama insan/ manusia, jangan pandang remeh balasannya. Ini yang menjadi landasan atau cara sederhana dalam berbagai aspek. Ayam tak akan nuntut seperti yang kita makan, sisa atau bekas pun mereka sangat senang. Bila perlu sesekali ajak makan bersama, hehehehe.....khan sudah banyak telor yang kita makan...?

Motor Tamu pun Jadi Sasaran Ayam

Inilah yang bisa ditorehkan tentang " besi berkarat kadang dinikmati hewan lalu untuk hewan yang lain, bagaimana sedulur...? dan sempat mengabadikan saat touring di Malang ( paman ) yang memiliki koleksi kucing juga. Setelah menempuh lebih 150 km, sayang sekali moment di rumah paman tidak diambil gambarnya.


Motor Tua dan Kucing Klangenan





CB Nyamuk Dibebani 2 Knalpot

Belum sempat bertanya beberapa hal sudah ditinggal gaspol oleh pemiliknya. Lucu memang sepintas lihat performa CB yang pernah kita dengar dengan nama khas CB Nyamuk karena tankinya lebih kecil sedikit dari aslinya. Dulu dapat nama ini dari pemilik yang sama yakni teman dari Boyolali sesama penggemar tenis meja, yang merupakan atlit paragames. Jadi ingat mirip dengan punya kawan bulan lalu yang bertandang ke studio zip  : Si Merah Ini. Model 2 knalpot yang sangat dan sering muncul di acara CB.

Contoh Coby dg Bodi Tambun acara CB Joker

Kejadian tadi malam atau malam senin saat sholat maghrib di mushola Arroudhoh Prambanan dari Solo sebelah kiri jalan. Satu motor CB Ny amuk warna merah terparkir dengan plat nomor agak pecah AB 5438. Knalpot kanan dan kiri, ternyata milik pegawai toko batik yang satu lokasi dengan mushola yang cukup mewah tersebut. Alhasil, tampil fisik minimalis, namun suara seperti CB 200 so pasti apalagi menerapkan model coby. 

Sayang 1000 sayang, saat mau ambil gambar bateray HP drop, jadi kenampakan belum bisa dilampirkan disini, minggu depan semoga dapat fotonya. Sepertinya headblock nya dibelah menjadi 2 lubang, aplikasi yang disetting jenis " coby " alias congor babi. Saat berwudhu, sang pemilik langsung starter motor terus gas tipis yang saat itu sedang hujan ringan. Setelah tanya satpam yang bertugas, pemilik CB merah : sopir atau driver toko batik. Dan pernah kita tulis juga saat kondisi di parkiran tempat sholat nan elegan itu, tampilan CB merah knalpot doble seperti : motor asing

Lapaker CB Juga Boleh Mewah

Namanya lapaker mewah, tak harus seperti dalam mall atau hypermat yang relativ tertata rapi dan bagus. Mewah kali ini memang lain dari yang lain serta diluar kebiasaan. Menempati bungalow atau hotel kapasitas sedang, acara CB yang diadakan KomPHaCS (Komunitas Penggemar Honda CB Surabaya) di Trawas cukup heboh dan bikin aroma tersendiri. Kenapa....?

inzet  gambar : Siteback lokasi nan indah


Belum terlalu lama, ingatan kita pasa acara CB di Trawas kabupaten Mojokerto Jawa Timur oleh KomPHaCS berlokasi di bungalow atau hotel tak besar sekali tak juga kecil sekali. Memang tak sebesar anniversary atau jamda apalagi heboh jelang jamnas CB. Akan tetapi dengan kondisi yang tak seperti biasa yakni biker biker yang hadir memenuhi jalan jalan, warung hingga minimarket menjadikan acara CB KomPHaCS jadi terpusat

lihat apaan niihh.....!!!
dan konsolidasi lebih mudah. Menyadari akan situasi demikian panitya sejak awal memang tidak menyediakan lapak lapak khusus baik buat kontes atau gelar dagangan. Di samping itu jika ada lapaker, ini memang kali pertama di lingkungan hotel atau bungalow.

Benar sudah, lapaker dan loaker tetap menyatakan akan hadir dan siap gelar lapaknya. Saya sendiri atas nama zip production jogja berserta 2 personil sehari sebelum acara sudah ada di lokasi. Kedatangan saya agak dini karena miliki saudara di Trawas. 


Kebetulan beliau ini mantan lurah dan kegemarannya offroader pula. Sebut saja Bapak Slamet, pemilik 1 hotel dan cukup dipandang sebagai tokoh setempat. Ada pula yang dari Solo full boked dengan pock up nya. Biker biker yang hadir pun kebanyakan secara independent dan ada klub namun bisa dihitung serta tidak banyak, nampak pula rombongan K.CB. Internet nya  ( K.CB.I) Wak Brenk yang dengan seragam khas nya, disamping panitya ini juga memiliki kostum khas dan ada viseo cukup bagus tentang wadah biker ini, silakan simak dan buka di saluran videonya.

Wah dan Mewah di Ruang Tamu Hotel
Yang mengesankan seluruh akomodasi baik penginapan dan fasilitas lainnya ditanggung pleh KomPHaCS. Bisa jadi ini juga terobosan baru atau sudah lama yaa....yang jelas dan so pasti acara berlangsung sukses bahkan sempat dinyanyikan lagu kebangsaan bersama saat pembukaan, ini juga jadi atensi tersendiri. Biasanya lagu demikian ada di forum forum resmi, namun kali ini dengn tetap khidmat namun santai ala bikers CB Indonesia. Dan yang jadi fokus judul ini tentang " lapaker CB juga boleh mewah " dirasakan lapaker jajanan kuda besi atau onderdil serta assesoris yang serba kecil kecil.


Sedangkan yang agak berat hinggat berat dan besar berada di halaman hotel yang siang/ sorenya terpalsa bertempur dengan hujan deras. Alokasi waktu karena tak terlalu luas, akhirnya ritual nyanyi bareng bisa terlaksana dengan selingan seperti gerakan senam biker. Juga ada games/ lomba mini setting baut ( bongkar pasang ) dengan mata teertutup. Kreativitas KomPHaCS patut jadi acuan lainnya atau di kemudian hari. dan selalu sukses selalu buat komunitas CB dari Jawa Timur lainnya yang andil pada acara ini.. 







Acara yang sempat terekam adalah fyn game bongkar pasang dengan mata tertutup






Garuda Di Dadaku CB Tungganganku

Masih ingatkan di gelora atau Stadion Umum Bung Karno beberapa waktu atau tahun lalu, terjadi pertandingan/ event  fenomenal antara Indonesia melawan malaysia kalo tak salah 5 tahun lalu. Waktu itu yang membuat kalangan pencinta bola terbawa spirit nasional dengan slogan " garuda di dadaku ". Kebetulan saya sendiri dan beberapa tim masih aktiv di lapak lapak acara CB baik lokal dan nasiona, mencoba aroma atau nuansa baru dengan ikuti trend namun bedanya ada sentuhan komunitas atau penggemar motor/ biker CB, jadilah kaos bertema kolaborasi bola dan CB yakni  " garuda di dadaku - CB tungganganku " sebagai wujud ekspresi kecintaan atau kegemaran yang loyal.

Ide awalnya zip production lempar via yahoomassanger atau yahoogroup, yang saat itu masih ramai. Mungkin sekarang sudah tidak optimal atau fungsional. Dengan mengambil interval waktu hanya 2 minggu, alhamdulillah ide ini memperoleh respond positiv. Dalam tempo 2 minggu ada kalangan yang memesan hingga 150 buah, melebihi yang ada di stadion Gelora Bung Karno yang dilakukan siswa tangerang ini : siswa tangerang jual kaos garuda di dadaku laris manis yang tanpa persiapan, akan tetapi untuk anak sekolah sudah cukup luar biasa.

Konsumen dari jakarta meminta sehari sebelum pertandingan digelar, agar kaos nya sudah mendarat di Jakarta dan akan dipakai saat laga itu digelar. Dengan penuh deg deg an juga, karena pemesan melebihi kuota yang saya buat ( tadinya hanya 100 ) akhirnya kurang lebih 150 kaos tema bola dan CB bisa mendarat dengan sesuai jadwal. Banyak yang bikin foto selfi di arena laga ( stadion ) bahkan ada yang posisi dengan kaos tersebut mejeng di depan motor CB kesayangannya.

Tulisan ini sebagai pengingat saja, tadi malam Timnas Indonesia, menundukkan Thailand dengan skor 2-1 yang merupakan event yang ditunggu para gilbol ( penggila bola ). Pada awalnya meski sebelumnya sempat tertinggal  1 point ( 1 goal ). Bola itu fenomenal massal, motor CB juga menarik perhatian biker biker pemula dan yang sudah senior. Ternyata gabungan motor dan bola sebagai kegemaran yang masyarakat amat loyal. Nampaknya secara konsep memang dipaksakan, namun sekali lagi sesuatu yang trend dan menjangkau masyarakat segala lapisan, semuanya biosa diujudkan dalam wadah atau tema sama. Akhirnya, kaos bertajuk " Garuda di Dadaku, CB Tungganganku " makin mendekatkan komunitas atau pencinta CB dengan olah raga massal yakni " sepak bola ". Hasil pertandingan semalam, bisa simak diantaranya DI SINI


Jual CB Namun Tidak Butuh Uang

Sekitar akhir  September hingga Awal Oktober, dimana saya harus  mondar mandir Jogja-Solo-Semarang karena kakak saya yang keduanya menunaikan ibadah Haji ke Tanah Suci ke Makkah dan Madinah sempat menurunkan catatan 1000 km usai sudah. Di komplek perumahan Tembalang Pesona Asri, dimana kakak saya tinggal ternyata ada beberapa kalangan yang masih setia dengan perawatan motor dan mobil klasik. Sebagaimana saat melayat teman di Bantul tiada disengaja ketemu 1 rumah kolektor mobil klasik.


FIAT Milik bapak Eko Tembalang Semarang

Hari minggu kemarin tanggal 11 Desember 2016 saat kluarga kakak saya ke Palembang tempat dimana dilahirkan biker ini dilahirkan untuk keperluan hadiri walimahan kawan sejawat di PU Bina Marga Semarang. Tetangga kakak saya, tepatnya masih di komplek Perumahan Tembalang Pesona Asri, ada kenampakan Fiat 1965 abu abu yang meski paintingnya/ cat nya  belum sempurna. Pada saat warming up ( pemanasan ) suara mesin sangat teramat halus untuk mobil klasik lansiran tahun dimana saya belum lahir.


Kap Mesin  Pembuka Basisnya dari Depan
Pemiliknya sebut saja bapak Eko, yang katanya baru pulang dari Jamnas FIAT se Indonesia di Banyuwangi. Ingat Banyuwangi ingat Pak Bupati yang motorholik dan Pak Sonny yang ngangeni saat acara CB di sana, kenangannya acara panggung sedikit ada kekurangnyamanan dengan hadirnya band cadas Ungu jakarta yang bersebelahan dengan panggung acara CB. Disamping itu listrik yang byar pet menambah riuhnya para pelapak saat itu bahkan saya harus cari kabel agar connect ke main diesel kurang lebih 90 meter, hehehehe.....pokoknya ingat sajalah. Maklum karena saya juga sama istri berencana bablas Bali, yang tentu banyak rekan juga baik SMA atau Bro Manang Jembrana. Ini intermezzo buat memoar yang pasti jadi kenangan.

Dashboard Masih Mulus Dan Speedo Mode ON
Sang owner FIAT 1965, ternyata biker saat muda dahulu disamping koleksinya cukup beragam. Ada C70 hijau, CB 125 Merah, Vespa Endog, Vespa PX dan katanya yang belum kesampaian ingin miliki BSA 1956, waduuh.......sekarang sudah tak kebayang harga BSA 56 yang mindset dengan merah maronnya. Hanya yang Vespa Endhog plus CB 125 nya sudah dilego 2 tahun lalu, dengan harga yang cukup tidak mahal amat, pantesan langsung diborong sama penggemar CB Semarang, waktu ditanya " siapa itu Om ", beliau lupa namanya. Tanpa penawaran atau nego nego 2 motor langsung " bungkus ". Katanya, sbenernarnya sayang juga melepas 2 motor yang masih " jring alias orisinil ", namun apalah daya, karena untuk mengurangi space ( ruang ) yang di rumahnya terlalu sempit. Butuh Uang ( BU ) sih tidak katanya......!. Waahh ini, judul baru buat penggemar CB Nusantara Indonesia. Umumnya motor kesayangannya dilepas karena memang sedang sekarat atau butuh uang.

Internal Mesin Cukup Rapi Pengaturannya

Kanjeng biker yang budiman, itulah awal pertemuan dengan Bapak Eko yang ternyata masih ada koleksi Accord 80 yang tertutup kain. Cuman saat mau lihat, belum diijinkan sama Bapak yang ramah dan penuh canda ini. Alhasil, hanya sempat lihat koleksi yang masih ada yakni Vespa Sprint 76 sama PX nya. Terlihat sekilas ada ayam putih dengan bulu naik semua ( njegrak : bahasa Jawa ). Dilihat dashbard FIAT nya masih ON atau hidup semua, hanya sayang sekali pas mau ambul video saat warming up/ pemanasan kamera drop bateray. dan memang halus benar suara mesin yang muncul bak suara honda supra yang sedang dipanasi. 

Ternyata Pemilik Pegawai Pemda Semarang
Kipas roda belakang juga berlabel FIAT, dan bagian depan ada stiker kecil saat Jamnas kemarin di Banyuwangi. habis Banyuwangi, infonya Rolling Thunder dilanjutkan ke Bali, dengan lewat jalur utama. Mungkin bisa di brwsing saat mau nyeberang, pasti asyik gambar gambar nya. Dunia penggemar klasik atau antik, memang tak pernah mati suri dimana kita pergi bahkan hingga luar Jawa pun akan mudah dijumpai. Mungkin karena lama dijajah ya masbro dan juragan sekaliyan....?. Khusus yang eropa atau inggrisan, saat ini memang sudah masuk barang elit dan eklusiv. Untuk made in Jepang, barangkali 5-10 tahun ke depan sudah jadi " barang rebutan ". Kendalanya, jika B.U negosiasi mudah, kalau tidak B.U...? Ini yang bikin senewen sedangkan calon konsumen sangat ngebet. Ke depan jika ada waktu lagi ke Semarang bisa nembus base camp Land Rover dan VW yang ternyata dalam bengkel yang tak jauh dari perumahan ada koleksi beberapa motor lawas Jepang juga.







Menghidupkan Bengkel CB Dengan 1 Kaki

Logo Bengkel  Sederhana Namun Komunikatif
Jalan kehidupan seseorang lain lain meski starting point ( memulainya ) sama. Ada kawan dari Jawa Tengah tepatnya Parakan Temanggung, sebut saja Bro Uus. Meski pemain lama di bengkel CB yang berlokasi di kawasan sejuk, perjalanan lajang dengan rambut agak panjang bisa dibilang naik dan turun. Namun akhir akhir ini, sudah merambah ke job yang umum juga yang penting sesuai konsumen, namun konsumen setia tetap masih ada dari biker CB. Sudah ngelapak di acara CB dan Honda klasik cukup lama sembari buka bengkel di rumah ( dekat pasar Parakan ), brother satu ini bisa dilihat di video : yang sedang berjoged ini

Hasil Kerja Bro Uus 3 Tahun lalu
Dibandingkan dengan rekannya mas Yusuf yang sekarang melesat di Jepang, tentu komunitas CB mengetahui lebih dahulu Bro Uus untuk mulainya. Tulisan sebelumnya yang memberikan info : wakil biker indonesia ke Jepang, dan sesuai media yang ada baik lokal dan internasional, biker asal Banyumas ini mendapat applause ( perhatian ) pengunjung Jepang yang hadir seperti dilansir : media otomotiv ini. Seperti pada awal tulisan, memulainya bisa sama sama, namun perjalanan seseorang akan lain lain setelah waktu berjalan. Dan  kesuksesan tak bisa diukur dari hal hal yang kasad mata saja. 

Bengkel Di Parakan Lengkap Dengan Antrian
Ada secercah di luar sana, dengan keterbatasan fisik justru meraih kebahagian dan bahkan sedang merangkak naik. Masbro Uus, yang kami temui terakhir 1 kakinya, akibat semacam virus yang awalnya biasa saja. Akan tetapi sekarang mengharuskan harus memakai angkrok ( bahasa jawa ), alat buat bantu berjalan. Tetapi, namanya semangat 45 saat Jamnas CBI Purwokerto kemarin tetap mampu riding dengan klangengan CB Birunya, warna yang mirip dengan kepunyaan saya,


Koleksi & Kolekdol Bengkel
Sebagai biker dan lapaker senior, tentu sudah banyak makan asam garam yang namanya dunia touring dan perjalanan keluar kandang. Semoga dengan kaki kanan yang sedang alami gangguan ( sakit ) tidak menghambat kerja sehari hari nya. Pengamatan terakhir, online via BBM nya justru makin ramai dengan konsumen baik sesama lapaker atau user langsung. Dengan pelayanan model kekeluargaan, bengkel Old Bike Temanggung di kemudian hari akan bertambah ramai dan memperluas segmennya serta melengkapi : sedulur profesinya. Semua sudah tidak dikerjakan sendiri sperti 3 tahun lalu, sudah ada beberapa asisten atau pembantu. Sukses masbro Uus, menghidupkan Bengkel CB meski Degan 1 kaki saja. 










Direktur Biro Umroh Haji Ini Biker Pro


Direktur Biro Umroh Haji Jannah Firdaus Jogja Cabang Jakarta yang tinggal di Jogja ini sangat setia dengan Japs nya. Minggu lalu sempat ke studio saya di Gamping Jogja untuk menawarkan beberapa paket perjalanan serta harga ke tanah suci ( umroh ). Aslinya brother ini ( Mas Tito ) dari Jakarta, konon masih ada kerabat meski jauh dengan Pak Kapolri yang juga bernama Tito.


Selama di Jakarta, beliau sudah pernah ikut safety riding course untuk jenis kawasaki dan koleksi di rumahnya Ciputat kebanyakan Vespa dari jadul hingga lansiran 90 an jenis PX. Sebagai biker yang luas pergaulan, beliau kenal beberapa biker CB juga, sebut saja Alex yang mantan ketua Topaners Jakarta. Untuk kalangan CB, nama Topaners sudah tak asing lagi.




Setelah hijrah ke Jogja dan dipercaya sebuah biro umroh dan haji, yang merupakan branch office/ an cabang kantor pusat " Jannah Firdaus " yang termasuk biro terdaftar resmi di Kementrian Agama RI. Sudah berada di Jogja sekitar 5 tahun, nampaknya membuatnya betah tinggal. Menempati perumahan di bilangan Sleman yakni seputaran Monjali, semoga sampai tua tetap betah di kota gudeg. Maklum karena keluarga besarnya berada di berbagai kota kota besar, siapa tahu tergoda oleh situasi serta tawaran penghasilan yang lebih tinggi. Selamat tugas Mas Tito, direktur muda yang kemana kemana menunjukkan biker sejati.....Barokallu Lakum dan semoga sukses selalu.




Tata Ruang Bengkel CB Umunya Berkonsep Multiguna

Kemarin saat hujan turun di siang hari yakni hari Selasa 6 Desember 2016, berencana ambil bordiran di Placido mampir dulu di ATM Pathukan Jogja. Sejenah menengok bengkel yang berdampingan sebuah toko (mart ), ada konsumen sepertinya kalangan muda (dibawah 30 tahunan). Si Juragan motor inginnya merubah konsep sederhana/ standard menjadi superspeed yakni 260 CC. Alamaak.....begitu gumam saya. Blok kop yang disetting ( head block ) bukan dari merek yang sejenis. Pekerja bengkel yang relatif juga masih muda muda itu, mengerjakan di ruang kosong yang berada di rumahnya. Belakangan ketahuan, alokasi toko/ mart itu lahan milik orang tuanya....Wafuuw, berapa sewanya kanjeng pembaca yang budiman....?

Crazy Upgrade To 260 CC Alamaaak
 Berdasarkan pengamatan baik bengkel kenalpot astina yang relatif lebih sempit space ( ruang kerja ) karena sewa namun cukup strategis pinggir jalan utama, bengkel Pathukan ini dengan space agak lebar hanya berlokasi di kampung akan tetapi strategis pula, dekat pertigaan. Aneka asesoris dipajang (dispaly) seadanya dan yang penting musik " keep on turning " demikian pemilik bengkel yang bertubuh agak tambun. Tidak ada meja khusus buat tamu atau sekesar tanya sana sini. Semua konsumen langsung duduk di kursi yang tersedia juga dengan bersahaja. Inilah konsep simple namun berdaya guna ( multiguna ). Sejedar mampir atau melihat lihat akan diijinkan, yang penting tidak mengganggu kinerja. Dan yang menyolok, kostum yang mereka/ pekerja ini pakai selalu kaos bertema CB seperti yang pernah ditulis disini dengan tema CB Tishert.


Pasien lain Sabar Menanti
Kunci kunci pas sengaja dibiarkan tersebar menyatu dengan setting mesin dan pembubutan. Hanya pekerjaan las ( welding ) yang belum ada di bengkel ini. Mungkin memang sebaiknyha demikian agar tercipta bagi bagi rezeki...?. Bisa jadi penggunaan ruang seperti itu hampir sama untuk bengkel yang mengkhususkan motor CB sebagai konsumen yang loyal. Di samping karakter pengguna ( user ) motor jenis CB memang menyukai hal hal yang praktis, apalagi semua familer dengan slogan sejuta sodara,

Bengkel TK TECH Siap  Dengan Selera Anda
Sseperti menkondisikan ruang kerja tidak harus mewah dan yang penting nyaman saat konsultasi dan terjadi deal deal yang disetujui bersama. Inilah topik yang sengaja diangkat disini  Tata Ruang Bengkel CB Umumnya Berkonsep Multiguna. Bisa lebar, atau sebaliknya yang paling nyata adalah tercipta lingkungan yang akrab dan nyedurlur, persoaln diluar itu akan dibahas dengan posting yang lain. Maklum biker dengan jumlah ribuan, akan didapati ribuan persoalan pula. Unruk keperluan tanya sana sini seputar CB atau permasalahan lainnya silakan kontak : Bro Fuad Sang owner bengkel dengan No HP : 0856 4315 2272.






1 Hal Buat CB Agak Terasing Saat Parkir

Barusan ada urusan dengan imigrasi Surakarta yang kantornya di wilayah Boyolali. Begitu tiba di area perparkiran, lihat sana sini belum ada kawan si biru nya. Mudah mudahan ada kawan buat berbagi cerita minim luangkan waktu buat ngopi karena saat urusan dengan imigrasi walau baru pertama, mendengar mereka yang lebih dulu antri cukup membosankan dan selungan sambil ngopi bareng, merupakan obat kebosanan yang manjur.

Gambar 2 Tahun Lalu Saat Di UNS

Di imigrasi buat mencari paspor untuk bepergian sementara waktu rencana bulan Januari depan selama 12 hari. Hanya gara gara Surat Permohonan salah alamat, yakni ditujukan ke Imigrasi Solo, sedang dalam surat tertulis Jogja perlu menunggu revisi lagi, alhamdulillah masih bisa proses yakni merubah permohonan saja. Daru ratusan motor yang bertengger di parkir semuanya jenis matik, ada 1 Honda CG yang sudah udzur pajak ternyata milik tukang parkir. Kejadian ini Jumat 3 hari lalu.


Sealu Tersendiri Di Tengah Keberagaman

Pagi ini harus ke BRI buat pelunasan paspor, saat masuk parkir ingat lagu Koes Plus : Sendiri Dan Rahasia, atau Lagu alm. Nike Ardila : sendiri lagi. Beginilah nasub kuda besi du tengah keramaian/ ruang publik. Belum lagi bila saat lampu Bangjo memberhentikan kendaraan yang lewat. Namun dengan selfy ini ada rasa senang tersendiri, minim ada perhatian atau atensi dibandingkan lainnya. Tadu juga sempat say hello dengan Tentara yang menggunakan CB hujau asli inventaris dengan Nomor 46XX yang katanya dari kartasuro akan ngantor di sekitar Manahan. Mesinnya jreng, namun penampilan motor nya " sangat memprihatinkan " akan tetapi nampak nya Bapak  ini justru bangga, dengan speed agak tunggi selalu ambil jalur kanan. Sempat jadi perhatian banyak orang karena helmnya juga unik, yahh....itulah 1 Hal tentang CB nampak asing jika di jalanan atau du parkir, sementara saya ambil jalur aman saja.

Adapun tujuan urusan diatas untuk mendapatkan Paspor, sudah via Imigrasi dan BRI buat biaya pelunasan dan ternyata cukup terjangkau yakni : 355.000,00 dengan syarat " mengurus sendiri ". Surat Pengambilan sementara adalah seperti gambar di bawah, dan 7 hari setelah pelunasan bisa diambil pasport resmi/ asli.


























Lapak Tikar Menjadi Jalan Ke Hanggar

Sedulur semua biker yang tergabung baik individu ( independent ),  biker sendirian ( yang terkenal dengan sebutan CB Ijen ), hingga klub klub baru atau yang sudah senior, tentu anda semua sudah kenal dan akrab mana lapaker pemain lama atau pemain baru, karena cukup intens acara/ event CB. Apalagi luar pulau Jawa sudah mulai geliat mengadakan acara yang tak kalah seru dengan yang ada di Jawa. 3 kali saya menghadiri acara di Kalimantan ( Banjarmasin, Banjarbaru, Pangkalanbun, 3 kali di Sumatra ( Lampung, Jambi 2 kali

Pemain pemain lapak ( lapaker ) yang lama, memang jam terbang nya seperti burung. Sangat pada familier dengan kota dimana ada acara bertajuk CB. Seperti yang ada dalam video, nantinya akan diketahui siapa Lapaker Senior itu. Seperti Tulisan Ini, dalam video ada lapaker cadas lawas dari Temanggung disertai asisten setianya Bro Uus yang sementara ini masih cedera di kakinya, namun acara Jamnas Purwokerto menyempatkan khusus dengan kuda besi birunya. Juga tampak CB 3 Silinder sang maestro yang kemarin menulis pesannya, bahwa Bro Yusuf sudah packing packing siap menuju hanggar untuk selanjutnyasesuai jadwal akan ke negri matahari terbit. Tak ada kesuksesan yang datang dari langit terlebih seperti wanita Jenny yang dulu jika ingin sesuatu tinggal " anggukkan kepala " seperti khayalan filem.



Tidak sedikit yang awalnya lapaker di event, sekarang telah meiliki studio atau minim toko meski tidak besar, namun perjalanan dari lapak tikar menunjukkan mental yang tegar. Terlebih dalam video yang nyaris bisa disaksikan cukup jelas kondisi lapak demikian adanya ( cukup lazim di event CB ), siapa sangka menjelma seperti alam impian. Dari  Lapak Tikar Menjadi Jalan Ke Hanggar, untuk bersaing dengan biker biker lebih jempolan sekaligus builder kenamaan mancanegara.