Plus Minus Single Touring

Perkembangan dan kemajuan akibat pekerjaan fisik jalan, membuat para biker yang cinta/ suka touring makin ketagihan. Terlebih daerah, kawasan wisata saat ini saling bersaing seperti penjual soto yang laris. Meski operasional dalam perjalan, untuk saat ini pasca lebaran bisa dibilang tidak murah, akan tetapi touring adalah ritual yang yang tak bisa tinggal, dan zip production pun pernah keluarkan produk merchandise dengan single theme " ritual aspal ". Dua kata yang sangat padat makna karena disitulah rahasia para penggemar lintasan jalan raya mengekspresikan dirinya baik secara sendirian atau sering dikenal single touring maupun rombongan. Untuk rombongan, barangkali sudah sering  disaksikan sepanjang jalan raya bilamana memasuki hari Jumat malam hingga Minggu sore terutama ke arah pantai atau pegunungan serta tempat/ kawasan yang sebagai wisata ( tour destination ).


Nasib Single Tour Selalu Motor Yang Tampak

Tulisan ini tidak berdasarkan teori atau pendapat pustaka akan tetapi difokuskan pada pengalaman selama berada di jalan raya ( khususnya untukk roda 2) memang lebih sering sendirian, yang sebenarnya hal ini kurang bagus untuk jarak jauh apalagi sambil membawa beban/ muatan meskipun itu termasuk tujuan yang bagus ( mulia ) seperti berniaga atau dalam biker saat ini " melapak ". Bisa saja tujuan dengan kesendirian dengan tujuan yang rutin, keperluan mendadak ( besuk pasien ), sekedar jalan jalan. Namun meski single torung ini mengandung resiko karena memang hanya seorang, namun ada beberapa hal yang perlu diungkap tentang kebaikannya. Rasanya memang tidak adil bila memunculkan kekurangan, dengan tidak disertai kelebihan pula hingga muncul ide plus minus single touring.

Pertama yang ditampilkan adalah segi kekurangannya ( minusnya ), antara lain :

1.    Perlu kewaspadaan tinggi serta kesehatan prima
2.    Perlu cek & ricek kendaraan dengan teliti dan resiko kecil yang dihadapi
3.    Perlu bekal cukup selama di perjalanan
4.    Perlu bekal cadangan, seperti ATM bila memungkinkan jika ada resiko mendadak
5.    Perlu istirahat bila perlu dengan dipaksa, agar stamina terjaga
6.    Perlu pengetahuan minimal yang diperlukan bila terjadi mogok atau macet
7.    Perlu kesiapan alat komunikasi seperti HP serta pulsa bila terjadi hal diluar dugaan
8.    Perlu fleksibel dan luwes ( tidak egois ) manakala terjadi kecelakaan kecil atau besar
9.    Perlu data keluarga, kenalan, teman di tempat tujuan siapa tahu akan bermanfaat
10.  Perlu membawa buah tangan/ oleh oleh bila terpaksa harus inap seperti poin 9, meski tidak wajib
11.  Perlu kenyamanan istirahat bila touringnya memerlukan lebih dari 2 hari, atau 1 hari 
12.  Perlu informasi bengkel bila yang dipakai motor jenis khusus misal CB atau klasik lainnya 
13.  Perlu perlengkapan untuk antisipasi cuaca, dan akomodasi di jalan misal :  hujan, macet 
14.  Perlu asesoris cadangan untuk problem utama sebuah kendaraan bilaman harus ada penggantian
15.  Perlu berdoa agar berangkat selamat, pulang juga masih sehat

Kelimabelas poin yang bisa ditampilkan diatas tentu saja bukan persoalan yang mesti terjadi pada biker atau rider yang sedang " single touring ". Akan tetapi bilamana ada diantara kita yang memang berencana dengan jarak tempuh yang memang relativ jauh, pemaparan beberapa point diatas akan bisa diambil sebagai bagian yang perlu diperhatikan. 

Sedangkan beberapa kelebihan daripada single touring ini, antara lain ( tentu kebalikan dari yang tersebut di atas ), akan tetapi secara prinsip saja bahwa dengan kesendirian bila anda sedang lakukan ini akan didapat :

1.  Waktu dan Manajemen perjalanan di tangan Anda yang atur
2.  Lebih bisa menikmati touring dengan maksimal, dimana mau STOP adalah keputusan Anda
3.  Memanfaatkan perjalanan dengan leluasa mengunjungi saudara, kerabat, kawan atau teman baru 
4.  Memberi nilai lebih bila Anda juga seorang marketing yang tentunya menambah wawasan
5.  Meski biaya relativ agak membengkak , tak sebanding dengan hasil atau catatan usai touring
6.  Menambah pesona baru wisata alam dan katalog warung atau resto mana bila touring diulang
7.  Menambah pengalaman bila terjadi diluar dugaan baik teknis atau non teknis
8.  Menjadikan tubuh fresh serta pengalaman serta bisa dipakai bahan cerita atau 

Demikianlah beberapa kelebihan serta kekurangan ( plus minus ) yang boleh jadi sering dilakukan para penggemarnya dan dalam komunitas CB dikenal dengan CB IJEN, yang tentu saja menambah pustaka touring yang memang potensial di bumi indonesia yang terdiri dari beberapa pulau. Sebelum mengakhiri tulisan ini, alangkah baiknya ada pesan yang pernah penulis dengarkan dari sebuah pengajian yang ada kaitannya dengan perjalanan seorang diri ( single touring ) ini, yang diucapkan oleh utusan Alloh SWT yang tentu saja kendaraan bermotor belum dikenal saat itu. Namun esensinya sama, saling naik kendaraan hanya bedanya saat itu masih berupa hewan seperti : kuda, unta, keledai bahkan beliau pernah naik bouraq hingga tembus langit 7 dan sampai tempat tertinggi di alam semesta ini ( sidratul muntaha ).


Rombongan Memang Mengasikkan

Apa pesan Beliau, yakni tersebut dalam sabdanya ( hadist ) bukhory Nomor : 2999 : Andai manusia tahu, apa yang ada dalam resiko berkendaraan seorang diri sepanjang yang aku ( nabi ) ketahui, maka tidak akan naik kendaraan seorang diri.

Nilai yang terkandung dalam sabda Beliau SAW, sangat dimaklumi sekali sebab saat itu belum ramai seperti sekarang apalagi Beliau hidup di lautan padang pasir. Resiko berkendaraan sendirian amat terasakan sekali. Hingga saat ini pun bagi jamaah haji yang sedang menikmati alam padang pasir ini, akan mersakan sesuatu yang berbeda dengan tanah air indonesia apalagi pulau Jawa yang sarana dan prasarana untuk saat ini terbuka 24 jam. Baik adanya mart mart yang buka full time hingga warung atau rumah makan yang berlakukan waktu kerja yang sama. 










Membantu CB Yang Mogok

Tulisan dengan judul pertanyaan ini akan beragam respon dan jawaban. Mulai dari yah tergantung situasi dan kondisi, lihat lihat dulu sekitarnya, khan gak kenal, bisa urus sendiri, memang saya kenal, dan sebagainya. Slogan yang dibanggakan bahkan dikenal luas dengan " seduluran selawase atau persudaraan selamanya " memang terkadang perlu diuji. Cinta kepada seseorang, itu perlu bukti bahkan sebagian yang mendapatkannya perlu perjuangan keras jika menimpa antar wilayah. Sama juga dengan seduluran selawase atau seduluran saklawase. perlu diuji di lapangan walaupun tidak mengharuskan secara wajib. Slogan menjadi kekuatan manakala itu memang dilaksanakan, meskipun tidak semuanya demikian.

Aji Mencoba Sendiri Test Case

Pada hari Kamis tanggal 6 Juli 2017 kemarin, karena latihan tenis meja di GOR RRI Solo ternyata masih libur akhirnya saya memanfaatkan waktu buat manasin mesin. Seharian motor tak dgunakan dan baru keluar habis Ashar kurang lebij jam 16.00 bisa keluar ( maklum ibunda habis jatuh sebelum Lebaran ), belum bisa ditinggal lama lama hingga detik ini. Meninggalkan GOR RRI akhirnya balik arah lewat Pasarnongko hingga menuju Manahan, sebab Kamis sore biasanya Manahan juga ada latihan. Namun sesampainya di SPBU Utara Manahan, disaksikan jelas sepasang muda mudi, sedang kepayahan menghidupkan CB merahnya dengan model tangki kecil/ bawaan. Awalnya saya gaspol saja hingga mendekati lampu merah ( 100 m dari SPBU ), akan tetapi langsung balik arah karena sempat lihat platnya H ( kota semarang ). timbul rasa peduli yang kebetulan plat motor saya juga berinisial H meski dengan kota Semarang, juga sering kebingungan. Nahh itulah seninya, memiliki CB tak harus dengan plat nomor dimana kita 


Bedah Mangkuk & Sepul di CB PELI Solo

Begitu bisa mendekat SPBU, memang benar Mas Aji demikian akhirnya dipanggil setelah berkenalan bersama pacar ( mungkin ) sedang alami trouble dengan CB Merahnya. Dislagh hidup, saat dinaikkan gas menjadi mati, begitu seterusnya bahkan saya sendiri ikutan menslagh nya. Hasilnya sama saja. Ada beberapa biker CB yang lewat sempat saya menghitungnya ada 3 namun semua lewat. Baru setelah ada seusia SMA habis isi BBM saya sentil dan kebetulan mau berhenti dan ikut merapat, ternyata siswa SMK bagian otomotiv ( mobil/ roda 4 ) namun karena sesama CB kendaraannya akhirnya mencoba untuk menslagh yang mogok. Nihil juga ternyata. Akhirnya punya ide memanggil gogon ketua Pengembara Liar Surakarta, yang ternyata masih dalam sebuah urusan keluarga di Solo bagian timur dan ia mewakilkan kawannya, 

Mas Deni dan inipun setelah saling kenal mengenal Ada bengkel yang dekat lokasi mogok yakni lebih kurang hanya 500 m namun sudah terlanjur komunikasi dengan syeh gogon pengembara liar, akhirnya mas aji dan pacarnya pun merelakan untuk disetep menuju bengkel daerah Kerten, ternyata itu basecamp CB Pengembara Liar yang digawangi brother Deny, dan di bengkelnya ada beberapa CB yang terparkir. Mungkin konsumen atau pelanggan atau sekedar kawan yang sedang mangkal. Dari lokasi mogok sudah ketahuan pengapian sudah 0 alias zero, dan kesimpulan sementara  sepul nya bermasalah. Bongkar pun dilakukan dan test case ada percikan atau arus. Karena cukup berat peyakitnya, diputuskan untuk menganti dengan sepul pro series sementara malam makin bertambah waktu. Kontak sana sini, akhirnya dengan kesigapan bro syeh gogon malam itu bisa dibawakan cadangan sepul tersebut. Saat test case berlangsung, karena saya juga ada keperluan ( yakni mengurus keperluan ibu yang sepuh ) langsung cabut dan gaspoll ke arah Solo selatan/ rumah. Karena menunggu juga capek ternyata, ngantuk juga sampai rumah dan langsung tidur saja, sebelumnya sempatkan membasuh muka & berwudhu.


Motor Motor Yang Terpakir Di Bengkel 

Yang cukup membuat kesan malam itu, sang wanita/ pacar mas Aji juga terlalu capek akhirnya dipersilahkan tuan rumah/ markas CB Pengembara Liar untuk tidur di ruang tengah. Sementara sang siswa SMK yang saya colek, memboncengkan wanita itu dan Mas Aji dengan CB mogoknya disetep menuju lokasi pembedahan. Terlalu naif atau tak bisa disepelekan begitu saja pertemuan sore dan malam itu. Hanya dengan kenal 1 kawan ( bro syeh gogon ) akhirnya bisa berkenalan dengan beberapa orang baru, dan itu pun hanya via media sosial ( membuat status ). Mungkin bagi sang siswa SMK atau Mas Aji yang baru pertama kali alami trouble di jalan, ini adalah pelajaran berharga di kalangan komunitas CB apalagi yang bersangkutan tidak terkait dengan klub atau wadah yang istlahnya independent. Kejadian ini adalah marketing yang tiada nilainya, yang mungkin masih ada di kalangan lain namun khusus untuk CB adalah sesuatu banget. harapan saya saat itu, semoga bisa finish saat itu juga dan ternyata benar adanya. Esoknya sempat kontak bro Deny, dan infonya semua sudah selesai meskipun agak memakan waktu. 

Merawat Knalpot

Bicara perawatan terutama kelengkapan motor CB, tentu lain biker atau pengendara lain cara serta lain perlakuan. Di tulisan ini yang akan dibahas tentang knalpot yakni knalpot CB pada khususnya, berdasar pengalaman pun lain lain untuk masing masing biker. Yang akan disajikan berikut ini apa dan bagaimana kami menggunakan aplikasi knalpot yang ada. Adapun bilamana pembaca atau biker secara umum bisa saja memberikan pengalaman sejenis bahkan untuk menambahkan agar menjadi variatif. 

Pada awal masih menggunakan knalpot GL orisinilan, namun kira kira 6 bulan rasanya kurang nyaman. Suaranya cukup besar dan sedikit malu bila jalan di kampung. Begitu lihat knalpot tirev bro Ari Ghotic, waktu masih mahasiswa yang sudah sering gaspol dengan CB nya hingga jamnas CB jakarta TMII sedikit tertarik juga. Akhirnya knalpot tirev nya kupinang dan ternyata dibolehkan. Gulu banyak kami pertahankan dan cukup diganti tabung di bagian belakang saja tentu dengan jalan dipotong. Sambil menyesuaikan pengelasan untuk menenpel dengan dudukan yang disesuaikan dengan bentuk kaki kakinya karena knalpot sebelumnya sedikit lebih 


Knalpot Yang Sekarang Dipakai

Selama menggunakan knalpot tirev, suara cukup stabil tidak pelan juga tidak ngeplor ( suara meledak ), meski kecepatan yang tinggi tetap tidak membuat gaduh, jalan malam di kampung masih terasa nyaman. Hal yang kami sukai knalpot jenis tirev yang dipakai hingga sekarang ( 2 tahun sudah pemakaian ) jika di medan/ jalan yang seedang turun timbul atau muncul seperti meriam namun dengan suara rendah dengan bunyi maksimal 10 X. Saya tidak begitu tahu ini akibat atau gejala apa, namun melihat kondisi juga tak ada yang bocor. Nikmati saja kemana arah dan jalannya aspal naik atau turun, akan tetapi itu tadi jika menuruni jalan akan ada suara itu dan menjadikan kangen tersendiri.

Beberapa hal selama menggunakan knalpot tirev yang sudah kami lakukan diantaranya

1.  Tidak menggeber situasi apapun, kecuali untuk salam blar blar saja karena ini adat
2.  Memberikan tambahan las yang kecil untuk lubang lubang kecil yang bocor
3.  Membersihkan bagian luar sesekali dengan cairan pembersih
4.  Tidak memainkan gas, meski ada kawan atau biker CB lain yang mendahului di jalan
5.  Cek dan ricek tiap 1 bulan untuk deteksi kebocoran, namun ini bukan 1 keharusan
6.  Bila ada dana yang cukup, bukin mengkilap knalpot akan berdampak positiv, coba saja


Knalpot Apa Adanya

Godaan setan berupa " menggeber knalpot " saat acara CB atau acara motor apapun sangat membuat pusing 7 keliling panitya yang menjadi penanggung jawab. Spanduk dengan tema tema " No Bleyer Bleyer atau No Geber Geber " yang selalu disuarakan panitya sepertinya belum cukup efektiv untuk meredam kebanggaan motor CB nya. Perlu diingat, tindakan ini sebenarnya rawan pinalti dari masyarakat sekitar atau lokasi acara. Jika tidak bisa kontrol, justru akan ada penghakiman massa akibat salah atau kelebihan membleyer atau menggeber knalpot serta menggangu kepentingan umum. Dan ini sering terjadi di saat kritis yakni saat bubaran acara atau biker biker sedang berencana untuk pulang ke rumah masing masih, Naaah......!!!

Silakan para kanjeng pembaca atau biker biker memberikan koreksi atau tambahan pengalaman yang bila perlu yang asli atau tidak dibuat buat.

Terima Kasih sebelumnya.