Hibah CB Jangan Lupakan Buat UM

Judul ini nampaknya agak aneh ?. Yahh, dan betul apakah ada yang menghibahkan motor CB nya di saat seperti situasi sekarang mengingat barang langka apalagi motor CB termasuk jadi incaran. Mendapati kejadian ini saat rest sebentar dan menyempatkan ngopi sebentar di selatan bangjo Delanggu yang memang saya biasa berhenti disitu tiap jalan dari Solo ke Jogja. Penjual kelontong yang sudah paruh baya ( wanita ) menceritakan kalau CB nya sudah dihibahkan/ dihadiahkan kepada pamannya. katanya asli CB Gelatik merah putih. Lalu saya katakan, tambah UM gak Bu...?. UM istilah untuk bahasa santai dan sindirian yakni Uang Makan, maksud saya ada tambahan " dana " buat pemeliharaan singkat atau kilat saat hibah tersebut. Dengan tertawa, sebut saja Ibu Wati ( IW ) tertawa lebar : yo gak ono Mas....!! jawabnya tegas sambil meneruskan tertawa.


Gambaran CB Yang Dihibahkan

UM memang kalimat yang sudah sangat mengindonesia dengan artian " uang makan ", dan tidak salah penggunaan dalam hal apapun apalagi berkaitan dengan jual beli, orang kerja lapangan, uang dengar, bahkan komisi yang belum lunas pun biasa diadahului oleh kata UM.  Para pedagang lapak pun, biasa pagi hari bicara dengan kalimat UM bila sudah laku sekedarnya. Hibah itu pekerjaan atau amalan mulia, karena memberikan sesuatu dengan tanpa harapan apa apa, apalagi yang masih saudara gisi pahala/ ganjaran cukup tinggi. Disamping membantu sesama, sisi persaudaraan adalah sebuah keharusan, siapa lagi jika bukan saudara yang tahu nasib seseorang. Mengapa sudah menghibahkan CB nya masih perlu UM...?. Inilah topik saat sekarang ditulis. Gambaran sederhana, jika anda meminjamkan motor lalu menambah dengan UB ( uang bensin), bagaimana yang dipinjami...?. Atau bagaimana feeling atau perasaan anda, kita dan mereka jika sedang bertandang ke saudara, lalu saat mau pulang dibawakan oleh oleh buat keluarga yang di rumah plus uang saku perjalanan...?. 


Mampir Bengkel Twin Seputaran Delanggu

Memang sedang tidak bahas teknis seputar  CB itu sendiri. Akan tetapi perlakuan yang tidak langsung dengan motor ini  bisa mempengaruhi bagaimana seseorang yang mendapat hibah/ hadiah terhadap barang yang diterima. Mungkin biar seimbang, jika kendaraan kita dipinjam, lalu saat pengembalian dalam keadaan bersih, ditambah full tank BBM. Bagaimana perasaan kita terhadap yang meminjam kendaraan itu...?. Inilah sedikita jawabannya. Saya sendiri sering pinjam motor, jika mengembalikan insya Alloh selalu fresh dan full tank....hehehehe, tidak promosi loo.

Tema " Hibah CB Jangan Lupakan Buat UM " sengaja diangkat, dalam rangka saya menjumpai seseorang ( baca IW ) menghibahkan CB nya, akan tetapi sebatas motor saja. Yang menerima hibah/ hadiah, boleh jadi tidak biasa dengan motor tua atau CB. Alangkah baiknya, jika menemui keadaan demikian, untuk merangsang pelestarian CB selain memang sedang dihadiahkan perlu tambahan buat service di awal. Saya mengibaratkan dengan UM, karena ini adalah " sangat minimal " dalam setiap bonus atau sebuah komisi akibat transaksi jual beli atau sekedar sedang senang atau bersyukur karena ada rizki tiba tiba.  Tidak perlu besar tambahan dana ini, yang penting bisa menimbulkan semangat dan langgeng dengan keberadaan CB yang saat ini keadaan asli/ ori sudah amat langka. Saya melihat IW yang menghadiahkan untuk sekedar servic ringan, cukup mampu.


Jangan Lupakan Kewajiban Utama

Juga beberapa waktu lalu, pernah mendengar penjelasan sebuah ceramah di masjid bahwa : Barangsiapa menginfakkan, menghibahkan barang di jalan kebaikan secara berpasangan ( misal : motor dan BBM nya, uang saku dan ongkos pulang, dll ), maka akan dipersilahkan sebuah taman surga dan akan dipanggil sesuai namanya, hei Fulan atau Hei Kamu, masuklah kesini sambil dipanggil namanya ( Kata Malaikat Penjaga ). Intinya demikian yang tersebut dalam hadist Bukhory : 2841 tersebut dan kami mencoba membuat sebuah paparan yang berkaitan dengan hibah CB Ibu di Delanggu ini. Semoga dengan bantuan IW, pamannya bisa lakukan aktivitas harian dengan lancar, Amin.













Comments

bagi pengalaman said…
kediaman penghibar dari Klaten