Rabu, 21 September 2016

Sila Pertama Biker CB Itu Loyalitas

Jangan samakan dengan sebuah sila dalam dasar sebuah negara masbroo...?. Ini tentang tunggangan, kenyamanan, identitas, previllege entah apa lagi namanya. Dulu saat masih sekolah di jogja, bisa membeli CB 125 dengan uang sendiri sebuah surprise luar biasa. Namanya baru pertama punya sepeda motor dan dapatnya pun di dealer pirlan ( pinggir jalan ). Kalau tidak salah di pinggiran Pasar Kartasura. Tawar menawar pun cukup alot, makelar sepertinya saat itu buka harga 1 juta. Saya katakan masih sekolah dan nampaknya masih ragad atau biaya tambahan lagi ( sudah kenal istilah ragad juga, hahahahaha  ). 

Akhirnya lewat perdebatan sengit, motor itu bisa saya bawa pulang dengan 700 ribuan lebih sedikit dengan kondisi hidup lahir batin ( STNK dan BPKB ). Benar sudah, esoknya saya ke bengkel buat benerin kabel, ganti oli, tambah asesoris, serta tanya sana sini seputar cat atau warna yang bagus. Alhasil hari kedua sudah jreng siap bawa luar kota. Kabel gas pun saya ganti sejenis gas kontan yang sudah marak saat itu. Hari kedua langsung ngegas ke Jogja, alhamdulillah " lancar jaya " .


Stiker Reneagade Di Tangki
Sampai Jogja belum puas, langsung menuju stikershop di bilangan Sagan yang dekat tempat kost saya di Samirono. Tertempel sudah stiker " reneagade " yang cukup populer, jadilah CB Reneagade yang menghiasi tangki dan bawah lampu belakang. Itu disaat mau lulus sekolah dan akhirnya bisa buat mejeng waktu wisuda, woow....enjoy bener dan nampak top markotop diantara kawan kawan yang pada bawa mobil saat wisuda ( sayang belum punya kamera ) jadi belum punya album koleksi.


Bentuk Loyalitas Dengan Extra Dana

Tahun demi tahun, kendaraan yang awal fungsinya buat harian, kerja kantoran, ke pasar, ke sekolah dan lain lain menjadi sebuah identitas yang harus beda satu dengan lain. Ibaratnya seperti ID Card, yang musti dan wajib beda nomor dengan kawan duduk sebelah. Mungkin inilah yang dinamakan fanatisme, dalam bahasa agama ( baca islam ) dinamakan 'Ashobiyah. Jika dalam Agama sungguh sangat dilarang karenaa mematikan ide, kreativitas dalam berpikir bahkan bisa jatuh ke taklid buta. Akan tetapi dalam dunia CB Indonesia, malah menjadi semacam perlakuan " wajib " sebab ini nafas awal dan akhir, waduuuh....Tetapi inilah kenyataannya.

Model Loyalitas Ala Bratha Andri Ingkek

Tanpa ini, tunggangan anda yang berujud CB akan seperti lainnya maksudnya belum atau tidak dilakukan sentuhan selanjutnya. Habis dapat/ beli, yaah sudah seperti inilah yang penting bisa dipakai. Ini juga syah dan hak seseorang, siapa yang main larang melarang...?. Toh ini itu juga yang bersangkutan yang beli, yang berusaha, yang punya harapan.

Beda itu tak harus mewah, yang penting menggambarkan identitas siapa pemiliknya. Pernah saya wedangan di pinggiran Klaten sore sendirian (selfy) kata orang medsos an, ternyata sampai Solo ada yang nyelethuk : tadi sore ngapain di Klaten....?. Inilah yang justru jadi kebanggan, dikenal sekitar kita walau kita sendiri tak kenal. Yahh, inilah diantara sekelumit memiliki CB, bisa saja ini cocok dengan anda atau tidak setuju, haaah ....tak masalah, yang penting masing masing punya " garis " yang merupakan wujud " loyalitas " yang dibolehkan bahkan menjadi seolah olah sebuah keharusan " Sila Pertama " memiliki CB apalagi saat awal memiliki bukan kedua, ketiga dan seterusnya.

Loyalitas Dalam Media Kaos By Zip

1 comments:

bagi pengalaman mengatakan...

Sore INI sya ganti kartu simcard Dari A me B, saat penjual kutanya knapa sinyal A lemot bener, jwb penjual, wahh gak tau Room, nilah diantara bntuk fanatikh sbuah produk DLM bntuk lain