Minggu, 09 Oktober 2016

Selesai Sudah 1000 Kilometer Bulan Ini

Langganan Makan Seputar Banyumanik
Beberapa waktu lalu sempat ditulis bahwa sebulan ini saya punya tugas cukup berat antara Jogja-Solo-Semarang rutin tiap pekan (mingguan). Apa itu...? yakni mengganti tugas jaga rumah kakak saya yang sedang ke tanah suci buat laksanakan ibadah haji berdua bersama pasangannya. Anaknya bisa kawal rumah Senin-Jumat, akhirnya saya kebagian hari Sabtu hingga Senin. Perlu diketahui saat manasik di asrama haji Donohudan Solo, rumah kakak saya di Semarang kebobolan oleh rampok yang ternyata pelaku adalah bekas sopir yang lama (sopir proyek) dibawah kendali kakak saya sendiri tepatnya kakak ipar.

Semoga Menjadi Haji Mabrur

Secara kasad mata/ lahiriah, kakak ipar saya cukup mudah bergaul, baik kondite/ kredibilitas, loman (dermawan), pekerja keras dan disiplin, akan tetapi ternyata itu belum cukup. Ada segudang yang dipendam sopir lamanya, entah apa dan bagaimana latar belakangnya yang jelas semua sudah selesai urusan hingga pengadilan dan kepolisian. Dengan asumsi Jogja-Solo-Semarang-Jogja sekitar 300 km lebih, jika dikalikan 4 akan ketemu 1200 km.


Nginap Di Bengkel Uus Kranggan
Alhamdulillah, dengan kepulangannya hari Rabu tangggal 7 Oktober 2016 dan sempat menjemput di asrama haji Semarang serta tulisan ini dibuat semua dalam keadaan sehat wal afiat. Terakhir adalah gaspol dari Semarang ke Solo, ini yang cukup membuat ingatan 
khusus. Sampai di Boyolali saya diikuti seseoarang hingga 2 km an dan akhirnya berhenti sampai di lampu merah orang itu berkata : Mas, Pak : Ban nya agak oleng......!.


Accident Ungaran Saat Ke Asrama Haji


Terima kasih diucapkan buat mbak Safura (afu) anak kakak saya, warkop tembalang, warung kelonthong perumahan Tembalang Sejahtera,  Mas Uus Kranggan Temanggung yang meski sakit kaki dagangan online cukup kenceng juga dan bermalam di bengkelnya sertaPak RT Bapak Wahyu ,yang tak lain kawan saya SMA di Solo. Alhamdulillah semua sudah mendukung dan membantu tugas baik langsung atau tidak, serta petani Kranggan yang sempat menemani obrolan saat mogok di kawasan perkebunan dari Kranggan menuju Bawen. Semoga kakak saya berdua menjadi Haji Mabrur, Amin dan saatnya motor diendapkan dulu biar tidak terlalu capek. Maklum ini tantangan agak berat dengan datangnya musim pancaroba serta banjir yang tiba tiba muncul.

Related Posts:

  • Direktur Biro Umroh Haji Ini Biker Pro Selama di Jakarta, Bratha Tito ini sudah pernah ikut safety riding course untuk jenis kawasaki dan koleksi di rumahnya Ciputat kebanyakan Vespa dari jadul hingga lansiran 90 an jenis PX. Sebagai biker yang luas pergaulan, b… Read More
  • CB Mu Perlu Diajak Touring Yang perlu touring sebenarnya siapa ? Pertanyaan yang aslinya tak perlu dijawab. Yang memerlukan sentuhan kehidupan luar adalah manusia nya sendiri. Lihat saja seseorang yang tak pernah bepergian entah alasan kesehatan, sar… Read More
  • Lapaker CB Juga Boleh Mewah Namanya lapaker mewah, tak harus seperti dalam mall atau hypermat yang relativ tertata rapi dan bagus. Mewah kali ini memang lain dari yang lain serta diluar kebiasaan. Menempati bungalow atau hotel kapasitas sedang, acar… Read More
  • Atasi Lampu Mati Dengan 4T Jam 2.30 dinihari Jumat 25 November 2016, kupacu motor dari Jogja diiringi hujan tidak begitu derad namun tetap perlu mantel atau jas hujan. Dengan agak memburu waktu, kecepatan kunaikkan agar Subuh bisa sampai kota Solo. M… Read More
  • Menghidupkan Bengkel CB Dengan 1 Kaki Jalan kehidupan seseorang lain lain meski starting point (memulainya) sama. Ada kawan dari Jawa Tengah tepatnya Parakan Temanggung, sebut saja Bro Uus. Meski pemain lama di bengkel CB yang berlokasi di kawasan sejuk, perjal… Read More

0 comments: