Cara Memilih Karburator

Tadi siang mampir di bengkel TK TECH yang memang specialist untuk mofifikasi CB dalam hal kecepatan, serta iseng ngobrol dan tanya sana sini karburator apa yang cocok buat motor saya. Karena sepekan ini rasanya brebet brebet terus padahal manifold juga baru, kran baru. Jawaban adik pemilik bengkel itu cukup bagus, perbaiki karburator yang asli/ orisinil nya jika masih kondisinya bagus serta tidak rusak parah. Lalu ia memberi informasi di Jokteng ada bengkel khusus karburator milik Mas Khendar. Waah ini info teranyar dan minggu depan rencana mau ke TKP. Biar tambah ilmu atau perawatan besi berkarat. Ada contoh atau model karburator yang nempel di CB Biru Putih ini, nampaknya bisa buat sampling saja seperti gambar di bawah.

Karburator Sudah Hasil Olahan

Ada kejadian aneh dan mungkin juga menimpa bengkel kawan biker lain, saat ada konsumen mau setting karburator di TK TECH yakni jenis matik, sebut saja masbro itu malah menolak dengan alasan " tidak biasa ". Mungkin agak kecewa dan kondisi hujan, calon konsumen ngegaspoll dengan brebet brebet pula. Pekerja di bengkel ini beralasan, ia biasa setting untunk racing ( kecepatan ), bukan standar apapun jenis nya. Waduuw, apalagi ini. Ternyata masalah karburator saja memang perlu specialist dan meski sama rodanya, beda cara penanganannya. Menurut saya sih, pas agak sepi datang konsumen meski bukan CB itu juga rizki, kata kalangan medsos " rizki anak sholeh " dan ternyata masih berpegang pada konsumen loyal yakni modifikasi kecepatan ( speed ). 

Beda dengan bengkel old bike ini, tadinya khusus CB dan saudaranya, sekarang konsumen umum juga diterima dengan tenaga berbeda ( freelance atau sistem prosentase bagi hasil ).  Tentang karburator ini, kita simak bahasan blog Titox Racing Team antara lain, topik yang dipilih jenis KW :

Karbu Cb 100 Tokopedia Dari Surabaya

1. Perlu Dicermati Bungkus atau Kemasan
Di pasar terdapat beragam merk untuk satu jenis karburator. tandai saja bentuk kemasannya. kalo KW 1 pasti kemasannya istimewa, misal di bungkus oleh beberapa lapis kertas, kertas bergelembug udara hingga kemasan akhir untuk menjaga keutuhan karbunya. dikemasan terluar tertera nama OEM (original Engine Manufacture). lain halnya kalo produk lokal. ada yang di bungkus kertas saja. ada juga yang di bungkus plastik dalam dos.
2. Perlu Disesuaikan Dengan Merk Motor
Umumnya di idonesia beberapa motor seperti honda, yamaha, suzuki dan kawasaki memiliki merk karburator yang berbeda. misalkan karbu bermerk mikuni, di gunakan motor suzuki dan yamaha. lain halnya dengan merk keihin. di gunakan motor honda dan kawasaki.
3. Perlu Dicermati Fisik Utamanya
Seluruh karbu ber KW 1 pastipunya ciri fisik utama, antara lain merk berembos keihin atau mikuni. lain halnya dengan KW lokal yang hanya memakai embos seakan karbu tersebut orsi bikinan jepang. selain embos karbu KW 1 juga di lengkapi nomer seri menyerupai bentuk nomer mesin
4. Perlu Dicermati Warna Dan Berat Karbu
Karbu KW 1 memiliki warna lebih gelap lain halnya dengan karbu KW lokal. karbu jenis ini lebih mengutamakan tampilan bersih dan berwarna terang. selain itu juga bobot karbu KW 1 memiliki bobot lebih ringan dibanding karbu KW lokal, hal ini disebabkan karen pemilihan pemilihan bahan almunium lebih bagus di banding karbu KW lokal. 
5. Perlu Dicermati bagian Dalam
Sebelumnya periksa dulu kelengkapan karbu, seperti karet, tutup skep dan karet pelindung lubang baut skep atas. selanjutnya perhatikan satu persatu komponen dalam karbunya. karbu KW 1 baik jarum dan skepnya dilengkapi nome seri.
6. Perlu Dicermati Harganya
Karena jaminan kualitasnya, harga karbu KW 1 tentu lebih mahal antara 400rb hingga 900rb. lain halnya dengan KW lokal antara 50rb hingga 200 rb dan harga sekarang bisa 300 rb an. 
Tentang karburator ini, ada cerita aneh bin ajaib dari rekan rekan yang hadir acara Sukoharjo beberapa waktu lalu, katanya ada 3 motor ( baca CB ) hilang karburatornya. Loo kok bisa padahal malam hari dan gelap khan...? Inilah dilema antara acara dan faktor keamanan pengunjung meski ini diluar bahasan karburator namun jika benar kejadian, sungguh disayangkan.






0 komentar: