Mengatasi Kabel Agar Terhindar Komplain

Sudah bukan rahasia lagi, begitu motor anda ( baca CB ) saat ada masalah sekedar ganti part lampu atau  ( bohlam ) para tukang service akan bergumam : ongkos sama bisa makan waktu. Pagi ini kejadian belum lama, lampu depan ( front lamp) putus. Mirip dengan peristiwa sebelumnya, saya hanya meminta ganti laampu saja, yakni ganti manifold mungkin buat bengkel yang ramai agak membosankan yakni ganti satu part harus bongkar sana sini. Dan bila ada jenis " osram " yang terbukti cukup awet. Jelas sekali masbro sekalian, hanya meinta " ganti lampu ". Mungkin sedang longgar konsumen, agak sedikit kantuk mulai muncul, tukang itu malah bongkar pasang kabel dan mencoba mengurutkan jalur atau kelistikan. Kira kira 1/4 jam, saya terbangun dan kaget, kenapa kabek kabel dibedahin..?. Mengenai lampu, seorang mekanik yang sudah landing menuliskan sebagai berikut.

Lampu Buat CB Mudah Dapat Di Acara Ini
Juragan bengkel ( seorang ibu paruh baya ) dengan pendekatan kepada saya meminta agar CB nya ditinggal dulu sebab mungkin tidak bis selesai seharian, dan kasihan konsumen yang mulai ramai masuk antrian. Mau jawab apa adanya, lihat bongkaran kabel sedikit " agak kurang tega " bila distop tengah jalan. Solusinya bagaimana kawan...? akhirnya kembali ke awal saja, saya meminta hanya ganti lampu, namun ternyata tukangnya punya sistem/ cara kerja berbeda. Lampu pendek sedang off connecting sehingga hanya lampu jauh yang bisa dikerjakan. Bahkan juragan wanita tadi sedikit kecewa dengan anak buatnya  yang terlanjur bedah kabel. 

Mungkin hal semacam ini sering menimpa anda atau siapapun juga, antara permintaan konsumen dan penafsiran pelaksana muncullah beda paham. Cara yang terbaik  adalah dengan penawaran atau pemberitahuan bilamana persoalan ganti onderdil, ternyata perlu setting pekerjaan lain lain. Kesalahan saya, timbul kantuk lalu tertidur sebentar ( tapi badan malah jadi fresh ). Sedang kesalahan tukang service, tidak kompromi dulu dengan user. Melihat perkataan sang Juragan pada pegawainya yang sedikit " menyalahkan " juga kurang tepat.Dengan kejadian ini, maka saran yang baik adalah .

  1. Awasi saat tukang/ bengkel bekerja sesuai kerusakan siapa tahu perlu ganti komponen lainnya
  2. Konfirmasi sedini mungkin bilaman ada kejadian ekstra ( diluar kerusakan )
  3. Lihat kemampuan dan kantong anda, siapa tahu akibat ganti macam macam saldo dompet anda tak cukup
  4. Tetap menjaga hasil kerja bengkel; meski kesalahannya bukan wilayah yang kita usulkan, meskipun ada ekstra biaya
  5. Antara majikan dan pegawai, selayaknya saling kontrol dan memberitahu. Yang saya alami, pegawai itu mungkin karena penasaran ingin bedah semuanya, berakibat seperti dikejar kejar sedang konsumen lain berdatangan
  6. Bilaman ada ekstra, jangan sampai diatas 20 persen dari rencana penggantian part anda. Kenapa 20 persen...? pengalaman pribadi saja, misal anggran setel/ ganti sekitar 100 rb an jangan sampai bengkak melebihi 150 ribu.
Telisik Arpitshop Blog Tentang Lampu
Demikian kiranya, mengurangi komplain atau kesalahpahaman memang tak ada rumus matematisnya dan masing masing orang berlainan. Beruntung bila pekerjaan yg ekstra, sang juragan memaafkan dan biarlah dia yang tanggung ( sudah jarang kali yaa ). Bila membengkah hingga macam macam ( sering terjadi saat modifikasi CB anda ), bisa bisa hubungan perkawanan bisa luntur, saling salah paham bahkan sering dijumpai kurang puas muncul di status media sosial. Masalah " kabel " adalah sebuah contoh saja, bisa terulang di keperluan yang lain. Hingga perlu saya angkat " Mengatasi Kabel Agar Terhindar Komplain ".

Comments