Maafkan si Biru, untuk tahun ini belum bisa mengurus pajak 5 tahunan (ganti plat nomor) yang yang jatuh bulan lalu. Semua memang efek dan pengaruh situasi pandemi saat ini yang masih secara aktif masih diumumkan pemerintah Indonesia, meski akhirnya pelaksanaan lockdown diganti menjadi PPKM yang intinya ada aturan aturan pembatasan kegiatan masyarakat. Meski masa awal PPKM tanggal 3 hingga 20 Juli 2021 lalu, kegiatan CB ceode tetap saja kita lakukan dengan cara cerdas, yakni menghindari portal portal yang dipakai dishub di lapangan. PPKM boleh saja diperpanjang akan tetapi kegiatan kehidupan musti jalan terus.
Biasanya pajak tahunan atau perlima tahunan kami pilih via jasa yang ada di Semarang, kebetulan ada saudara yang bekerja di Samsat Semarang Barat. Gesek nomor mesin dilakukan di rumah dengan semacam bahan kertas roti yang cukup tipis namun tetap jelas hasil gesekannya, lalu hasilnya dikirim ke Semarang. Mengingat pemilik awal yang orang Pedurungan (Semarang Timur) sudah tak terdeteksi lagi sementara BPKB nya demikian, lewat jasa atau kurir lah cara yang paling aman dan mudah ditempuh. Semoga dalam waktu dekat akan terurus pajak 5 tahunan ini, agar aman buat jalan jalan ke kota dan antar kota.
Tulisan ringan ini mengawali blog cintaicbmu yang sudah lama absen dalam kancah per-CB-an Indonesia yang kosong aktivitas selama pandemi atau wabah covid-19 sejak tahun lalu. Beberapa event tertunda baik lokal, regional hingga nasional. Hidup harus tetap berlangsung, jika 1 pintu tertutp maka akan ada 1000 pintu lain. Di bawah brand ziproduction, kami tetap berkiprah secara produktif dengan berusaha menjual modem atau mifi yang berfungsi sebagai pemancaran signal (semacam warnet berjalan( atau hotspot portable. Biasanya yang ziproduction lempar ke pasaran tetap berjenis klasik (lama) namun sudah alami unlok (refresh software) sehingga awalnya sebatas 3G bisa alih fungsi menjadi 4G atau setara signalnya sehingga online tetap bisa nyaman.
seri lama huwae 3G namun signal tetap kencang
Saat ini blog ini pun dengan memanfaatkan instrumen atau modem tersebut baik via HP atau notebook.
Karena tipe dan merk bervariasi baik dari teknologi CDMA (smartfren) hingga GSM maka ziproduction pelan pelan memiliki pelanggan yang bervariasi pula. Memang dominan masih di kalangan anak anak muda, sedangkan usia paruh baya masih sedikit sedang sisanya adalah kalangan pelajar. Yang diterapkan adalah masih sistem manual (temu langsung atau cod) sehingga sambil silaturahim meskipun masih masa pandemi tetap semua prokes dijaga bersama. Cebe Ceode dipilih sebagai judul singkat, namun sangat berperan selama ini kurang lebih telah berjalan selama 1 tahun sejak awal corona mewabah (usai lebaran 2020). Mengingat touring sudah dinyatakan nihil (kosong) oleh CB Indonesia maka metode cod ibarat gas tipis tipis atau turing lokal.
test case signal di seputaran project bengawan solo dg CB
Sambil ber CB ria, cod alhamdulillah selama ini berjalan lancar karena memang meski temu orang baru (calon pembeli), dengan memakai motor CB sebagai kendaraan cod akan mudah dikenali saat perjanjian di tempat mana dibuat dan disepakati.
Bahkan sekian kisah ber cod, tak luput dari cerita yang mengasyikkan karena diantara calon pembeli ternyata sudah saling kenal sebelumnya (seperti dialami oleh petugas parkir stasiun balapan) saat ber cod di Solo baru. Biasanya kami tawarkan lokasi terdekat calon user (pembeli) sebab memang perlu test case signal apakah modem bisa bekerja dengan baik (work). Berbeda jika jenis modem sudah modifikasi (unlok) sistem 4G maka cod dimanapun akan aman. Namun untuk jenis klasik (lama) seperti ZTE Technology yang hanya bekerja di frekuensi 900 dan 1800 (XL. Axis, dan Indosat m3) maka jelajah lokasi sangat diperlukan.
online dengan modem ZTE yang sudah unlok GSM
Adapun lokasi terjauh adalah saat ber cod di Mojogedang, kaki gunung Lawu dengan rute yang cukup asyik dan indah yakni Karanganyar ke Timur lalu ke Utara dengan jalur relatif naik serta pemandangan cukup elok.
Yaah, cebe ceode membuka lahan dan lapangan kerja baru sehingga ziproductin tetap masih eksis di jalur konveksi (jahitan saja) tidak produksi kaos kaos motor seperti dulu plus marketing bidang modem, mifi dan router. Khusus router aplikasi kabel panjang belum pernah dilakukan. Masih sebatas penggunaan modem secara sederhana sebagaimana HP pada umumnya.
ZTE yang sistem 3G diunlok sesuai signal saat ini
And soo, sebagai penutup tulisan awal atau perdana ini, maka tak asing bila si CB Biru rajin berkeliaran seputar Solo dan sekitarnya (Karang Anyar, Sragen, Boyolali, Sukoharjo, Klaten). Inilah terobosan baru ziproduction agar tetap berlangsung sebuah brand meski dengan pengalaman serta obyek yang berbeda, Dari tshirt maker menjadi modem seller. Dengan CB COD maka akan memperkaya khazanah seputar biker dengan aneka aktivitas tanpa pandang bulu serta golongan. Dengan mengambil nama pondok_modem sebagai alternatif nama karena di tempat kami (Solo) memang ada pondok yang sedang kosong kegiatan dan santri karena kebijakan sekolah yang masih andalkan online (daring) dan entah kapan ini akan berakhir.
Sebagai penutup penulis cantumkna cara penggunaan modem AC 30 dari video yang sudah beredar sebelumnya. Perbedaannya, tipe lama 3G bisa smartfren dan GSM. Adapun versi sekarang adalah versi unlok (refresh program ulang) sudah ikuti sistem signal saat ini atau setara 4G asal cakupan signal bagus untuk : XL, Axis, dan Indosat m3
Menyimak kabar beranda pagi ini cukup terkejut dengan wafatnya senior CB Jawa Tengah bro Dab Gundul Melky yang asli bernama Edwin Suprangono. Sejenak lepas tarik nafas panjang sambil sruput kopi pagi. Begitu cepat rekan ku one by one meninggalkan kita sebagai CB biker nusantara yang katanya mengidap atau sudah sakit beberapa waktu. Kepiawaiannya dalam merangkul kawan seperjuangan (baca biker) tak ayal lagi cukup mengagumkan. Beliau dikenal akrab dengan pelbagai kalangan. Mungkin latar belakangnya yang juga seorang office man, berbeda dengan lain lainnya yang memang menekuni dunia bengkel, merchandise, spart part dan event saja.Brother Dab Gundhul melky bisa bawakan peran itu semua dengan cukup lincah, tangguh sebagai petouring dan humanis sebagai pribadi socsialita pria. Umumnya Sosialita dipegang perannya oleh wanita.
belasungkawa dari CB Salatiga
Meski dikenal sebagai editor foto di medsos, namun tak satupun dari kalangan bikers tersinggung atau merasa bersalah dengan postingannya. Mungkin inilah kenetralan jiwa biker tetap terjaga. Kenangan penulis saat Jambore Daerah Jawa Tengah di Ungaran beberapa waktu silam yang kebetulan masih dengan bendera zip production bisa tampil berjualan atau ngelapak istilah bahasa CB Indonesia. Tentu saja keluarga besar CB Indonesia khususnya Jawa Tengah amat merasa kehilangan sosok yang cukup jadi referensi biker biker muda ke depan. Meski even CB agak istirahat total dengan adanya wabah corona sejak tahun lalu, namun jalinan komunikasi via maya dan zooming nampaknya masih tetap berlangsung. Pertemuan yang sifatnya lokal tetap ada dalam wujud kopdar (kopi darat)
belasungkawa dari KCBI Pusat
Dengan mengucap Innalillaahi Wainna Ilaihi Rooji'un, zip production yang masih lekat dengan merchandise CB Indonesia dan motor klasik lainnya mengucap turut bela sungkawa sedalam dalamnya. Semoga diterima disisi Nya sesuai amalan dan ibadahnya.
Tak sengaja membuka status saudari Sri Rizki yang menscreenshot peserta aksi demo mahasiswa mengenai UU yang berkaitan perburuhan, tenaga kerja dan lain lain yang akhirnya membuat situasi Indonesia sulit diprediksi dengan meluasnya demo buruh dan mahasiswa. Yang pasti ada pro kontranya.
profile mahasiswa berasesoris wah
Rasanya perlu mencurahkan dalam blog ini meski sedikit agak jauh dari materi CB. Namun perlu diingat Sri Rizki adalah srikandi CB Indonesia Jawa Barat (Depok) dan pandangan tentang isu kemasyarakatan cukup peduli juga. Kaitan sama CB mungkin ini saja yang dapat diangkat. Adapun materinya, adalah asesoris yang bisa diungkap, yakni tulisan Gun Hendra di bawah ini (hasil screenshot apa adanya). Penulis sempat menangi beberapa waktu lalu di acara (event) CB Hot Surabaya dan srikandi biker ini tidak mungkin sampai Surabaya dari Depok Jawa Barat tanpa CB nya.
total asesoris yang dipakai
Tulisan Gun Hendra yang dikutip mak Sri (panggilan akrab Sri Rizki) demikian :
Busyet ada 'anak sultan' ikutan demo pake outfit tajir senilai 22 juta. Coba kita perhatikan yg dipakainya:
1. Helm Arai 9,4 juta
2. Bluetooth intercom 3,9 juta
3. Sarung tangan 650rb
4. Sepatu Air Jordan 5,9 juta
5. Kaca flat Arai 1,8 juta
6. Motornya ?
Barang2 semahal ini dipake demo?
Keren. Meski ortumu tajir tapi punya idealisme bela rakyat dibandingkan anggota DPR
Hingar bingar demo yang tentu banyak memakan korban baik luka ringan atau berat memang sudah tak mungkin terhindarkan, akan tetapi bukan disini tempatnya membahas.
Dari sekian asesoris yang dipakai mahasiswa tersebut nampaknya tertuju pada helm Arai yang sekelas dengan Shoei. Tabloid sebesar motorplus-online pernah membahas dalam gatheringnya ke-6 Arrai-Shoei Lovers Indonesia (ASLI) yang komunitasnya didirikan oleh Heikal Muhammad, perintis FB ASELI (laporan motorplus-online 7 Mei 2019).
Rasanya pingin lo, miliki helm itu dan kapan kapan perlu test ride saat touring atau sekedar jalan jalan. Cuma kapan gitu khan ?
Hampir lebih 1 bulan belum muncul tulisan baru seputar blog ini, maklum sejak kota Solo diumumkan KLB (Kawasan Luar Biasa) karena wabah corona, ide dan penulisan serasa mampet dan macet, hehehehe......biasalah dan ini menimpa semua kalangan baik karyawan hingga pelaku usaha. Roda aktivitas hidup yang biasa gaspol bebas berubah drastis serba prosedur. Yang masih ditaati sampai sekarang basuh (cuci tangan) dengan sabun serta penggunaan masker. Bulan Maret sempat berkunjung ke kota sejuta CB Nganjuk jaw Timur, saat awal awal corona diberitakan secara berkala di media indonesia.
sumber : gatra.com
Ke Nganjuk sebenarnya disamping urusan keluarga akan mampir ke base camp lapaker senior macam Kang Seno Limbuk yang memang sudah well sebelum tragedi wabah melanda dunia. Bahkan sebenarnya sudah siap akan bawa CB kesana, namun karena secara fisik agak kurang bagus atau fit akhirnya dengan jalan transportasi publik yang masih diijinkan. Kalau tak salah sekitar pertengahan bulan Maret 2020. Hanya sehari diumumkan Solo adalah wilayah KLB akhirnya sedikit merambah Jawa Timur.
Saat pulang dari Nganjuk (waktu kunjung ke saudara 3 hari 2 malam), sampai Solo ada kabar mendadak bahwa terminal Bungurasih esoknya akan di off sementara untuk pembersihan total (semprotisasi) dan semua armada juga di off kan. Ini cerita langsung berkembang di kalangan driver dan komunitas pengguna bus saat sampai di terminal Tirtonadi Solo. Riuh juga akhirnya, bahkan saking sebagian penumpang emosi malam malam itu banyak obrolan tak karuan di warung kopi dan kedai makan minum seputar terminal. Yahh, inilah era atau zaman dimana wabah atau katakan musibah walaupun makhluk itu bernama Corona yang tak nampak kasad mata, akan tetapi hingga saat ini menjadi isu sentral yang mngglobal dan efeknya sampai ke ranah personal (pribadi) yakni dengan adanya : lockdown yang akhirnya dihaluskan dengan PSBB serta kebingungan masyarakat yang harus menghadapi sebaran ghoib virus serta kejahatan yang meningkat.
Harapan kita seh, semoga badai ini cepat berlalu dan bisa kumpul lagi dengan teman teman biker CB Nusantara, Amin.
Tulisan Wabah Corona Membuat Mampet Mania, agar jadi pembuka jalan agar blogging tetap eksis di tengah wabah.
#cintaicbmu, kali ini mencurahkan beberapa kejadian yang memang sangat penting meskipun tak berpengaruh terhadap cara pandang kehidupan. Apa yang kanjeng pembaca rasakan bila mendapatkan warisan mobilmobil antik serta motor motor antik. Apakah karena bosan akan langsung menjual obral begitu saja ?. Atau terbayang, jika mau menghidupkan akan memakan biaya banyak ?. Atau cuek sajalah, toh sudah tak lazim motor motor jadoel apalagi zaman penjajahan ingin bertengger di jalanan yang penuh dan padat ?. Inilah yang sedang penulis alami untuk mengadakan perjalanan baik Solo-Jogja-Magelang-Semarang PP dan Solo-Nganjuk PP. Kebetulan kejadiannya bersamaan, hingga ngeblog pun agak terganggu meski ada ide atau masukan baru buat menulis seputar dunia CB.
(inzet gambar sumber : mobilwow dot com)
darimana restorasi atau perbaikan mulai ?
Perjalanan ini memuat urusan kekeluargaan yang cukup vital dan penting karena menyangkut pengelolaan peninggalan leluhur, bukan berupa kendaraan,mobil,motor namun peninggalan mesin amal jariyah. Penulis masukkan dalam blog CB ini karena dalam perjalanan ke kota Jogja - Magelang- Semarang memang menggunakan motor CB kebanggaan kami,haaaa......boleh dong. Biker itu modal nekad dan apa adanya, persiapan sebatas yang standard standard saja sudah cukup, selebihnya : tawakkal dan rajin pantau medsos jika ada sesuatu penting di jalan (info cegatan, info kecelakaan, info cuaca dll). Namun alhamdulillah walaupun hujan deras tetap menambah vitamin perjalanan dan semangat touring 3 kotastrategis di jawa tengah. Ini sebuh rihlah amanah (touring amanah) yang menyangkut kepentingan keluarga besar yang telah menorehkan sejarah bahwa era datuk (kakek alm) telah memiliki prestasi besar berupa tempat ibadah yang dipakai umum serta pondokan yang masih eksis meski terjadi penurunan penurunan siswa atau santri yang mondok.
setelah direstorasi atau diperbaiki
Kami memberikan perumpamaan, ada tinggalan (warisan) berupa mobil dongkrok tidak terawat, sesekali bisa dipanasi namun beberapa waktu mesin juga tak berfungsi dengan baik. Sesekali bisa buat jalan jalan namun tak bisa di lokasi yang jauh. Tiba tiba terjadi penurunan performa mesin entah berisik, asap banyak di knalpot, suara jeder jeder, suara brebet brebet saat dikontak (switch ON). Kira kira langkah apa yang harus dilakukan dengan urutan tertentu misalnya. Cek pengapian, bongkar dulu, cek suara atau lain lainnya. Inilah yang sedang kami lakukan karena awalnya tak tahu dengan keberadaan mobil dongkrok namun masih bisa jalan ini. Dimulai dari mana jika akan dibongkar, apakah cukup sebagian atau bongkar total ?. Cukup sulit untuk menguraikan dengan sistematis (urut). Satu satunya cara adalah dengan melakukan semuanya tanpa kecuali.
Itulah kenapa perjalanan harus kami tempuh untuk tahap awal dari Solo ke Magelang. Kenapa Magelang ? karena di kota inilah saudara tua tinggal, yang untuk memulai pekerjaan bongkar bongkar pasang harus ada ijin dari saudara tertua (laki laki) serta kota Semarang sama juga. Beliau beliau adalah pemegang tahta kunci meski lokasi tinggal berjauhan. Ini yang jadi syarat untuk memasuki wilayah bongkar pasang nya. Tanpa restu dari keduanya memang kurang afdhol. Adapaun saudara di Solo, sudah membuka mur buat serta kebolehan menjalankan bongkar pasang, karena dari kota inilah warisan itu berada serta saudara yang paling kecil itu tinggal meski kerjanya juga di luar kota. Yang kami sebut saudara ini, adalah dari pihak orang tua atau jatuhnya paman paman.
Kami masuk generasi cucu (ke-3) yang tentunya estafet mendatang memang jatah kami untuk mengelola tinggalan mobil dongkrok itu, serta tinggalan itu cukup dikenal di wilayah kecamatan kami. Berdirinya sekitar 10 tahun sebelum merdeka, dan alhamdulillah sampai sekarang bangunan masih terawat dengan baik bahkan secara keumuman, kegiatan masih berlangsung dengan meriah. Ada beda sudut pandang dalam masalah kelola, sehingga memang mengharuskan kami untuk menempuh cara cara itu, agar info yang kurang jelas selama ini bisa terungkap dengan baik. Sebagaimana mobil dongkrok itu, jika dilakukan dengan kesabaran prima serta ditemph cara cara yang proporsional, insya Alloh mobil dongkrok pun akan berfungsi sebagaimana mustinya bahkan bisa membuat tercengang dan lupa aslinya......wowww kereeen
Semoga dilancarkan jalan menuju gaspol serta diberikan rem yang baik agar kendali emosi bisa dikontrol dengan speedometer yang kebetulan juga masih berfungsi. Amin
Malam ini ada inspirasi baru dari medsos,kebetulan besok juga mau touring ke magelang, semarangvia jogjakarta sementara knalpot kami juga sedikit bocor meski kecil sifatnya, namun cukup mengganggu kenyamanan (suara). Sudah lama dan kangen merasakan memori ini. Bedanya, saat itu untuk menjaga rumah kakakanda yang sedang naik haji ke Makkah. Khusus touring besuk memang sedang ada acara khusus, spesial dan ditunggu keluarga besar kami menyangkut urusan tinggalan almarhum kakek, yang memang perlu diurus dengan serius.
postingan bp sony di wall nya
Langsung persoalan saja, kasus yang dialami brother senior dari Banyuwangi (Bp Sony Yormarsono) tentang knalpotnya. Ternyata setelah pekerjaan selesai atau usai painting tetap bermasalah pada knalpot yang menjadi bahasan ini, mendapat respon baik dari sesama biker CB. Beliau Pak Sony memang sudah tak perlu lagi ditanya pengalaman touringnya. Barusan beliau dari touring panjang dan jauh IDT (indonesia bagian timur) yakni papua. Status beliau cukup membuat wah.....sekaligus kebanggan biker CB Nusantara karena untuk menuju sana diperlukan stamina tubuh dan stamina kantong yang tak sedikit. Berapa habisnya ? tanya saja, beliau sangat rajin posting posting wajar di wall FB nya. Termasuk even nasional jambore CB belum lama ini yang berlangsung di bumi Sulawesi tepatnya Sulawesi Selatan.
Di video ini terlihat dengan jelas, apa penyakitnya dan cukup jelas dilihat dengan mata telanjang. Kenapa bisa demikian ?. Banyak saran dan masukan yang diberikan oleh brother brother lain, dengan sukarela serta loss gass....hahahaha, istilah yang akrab dan floor (ikhlas) demi kawan sesama biker CB.
Adapun nasehat, masukan dan saran dari beberapa kawan akan diturunkan sebagai berikut (kami ambil yang agak cukup uraiannya) :
Slamet HaryadiCoba pake cat khusus tralis pak.merek aclose super yg black dop.yg pnting ksh bersih depu permukaan.👍👍
Gedhang Yoyokngecatnya di panggang di kompor/di panasi api kalau pakai cat hi temp pak sony 😁
Paijo OkBersihi kenalpotnya kurang bersih pak Sony sama sedikit rekomended sebut merk pakai merk oksigen piloknya. Semoga bermanfaat.
Paijo OkSonny Yoemarsono belinya pilok di toko tiga warna ato sering disebut wa wa wa sudah tersebar dmn2 kok pak Sony. Kemungkinan kurang bersih le bersihi knalpot. Setau q hi temp kalahnya sama bensin. Bukan sama panas pak son.
Kaconk NouvaPowder coating aman mbah paling klo kenalpot aja gak sampek sertus di jamin uawet
Ribut SusantoKlo barang lama dicat anti panas hrsx disandblass dulu pak.... Biar bersih dari material lepas...
Rizaldy AbdillahMedia yang di cat harus bersih, terutama dari karat Bisa pakai gerinda brus, kalau permukaan kurang rata (karat parah) bisa d haluskan dengan mata gerinda amplas (flap disk) Lalu lanjut amplas dengan air sabun untuk membuat pori" pada permukaan dan membersihkan kotoran serta minyak (amplas kasar saja, ukuran 400 atau lebih kasar lagi) Pengecatan awal tipis", media tidak perlu tertutup cat sempurna (tipis wae pokok e beh) biarkan mengering (kira" surya 1 batang sambil ngopi) Lanjut lapis ke 2 tipis dan rata (biar mengering lagi, tinggal ngopi) Selanjutnya bisa d tebalkan catnya, cat hi temp juga tidak boleh terlalu tebal (jarak semprot -+ 30cm) Pingin simple powder coating Maaf kalau salah, masih belajar juga
Terima kasih kepada Bp Sony atas postingannya malam ini, sebagai bahan pekerjaan knalpot yang akan kami lakukan untuk cek ricek meski hanya kecil persoalannya. Namun untuk wawasan dan masukan jangka panjang, nampaknya kasus knalpot pak Sony bisa juga dialami brother brother lain terhadap motor kesayangannya yakni CB nya. Semoga artikel ini bermanfaat kepada kanjeng pembaca yang budiman serta siapapun dan dimanapun.
Pantauan usai acara Jamda CB Jateng di Ungaran yang diadakan Sabtu-Minggu tangal 28-29 Desember 2019 kemarin menginspirasi tulisan tentang profile biker yang unik. Tiap generasi atau katakanlah lustrum (5 tahunan) akan muncul profile biker biker CB yang unik dan eksentrik. Dulu saat jambore di Ungaran ada CB pink yang amat misterius, siapakah gerangan biker itu ?. Sempat menjadi viral karena keberadaannya muncul lagi saat CB Police Jogja punya gawe di pantai Parangtristis.
rifqi bacel dan keluarga di ungaran
Sosok Rifqi Bacel, rupanya menjadi perhatian jagad sosmed CB Nusantara beberapa waktu ini dan entah bertahan sampaikapan ?. Setelah kepopuleran brother juragan cb pelita ini yang bertengger medio 2013-2018, yang karena menikah akhirnya mulai pudar. Brother syeh gogon memang beruntung bisa berkelana nusantara saat statusnya masih lajang. Tentu amat bebas bergaul dengan kalangan apa saja, apalagi sang pembawa lagu panggung ?, hehehehe.
Lain juragan CB Pelita, lain juragan ponten (rifqi bacel) yang kemana mana dengan kupluk (kopyah) super tinggi ala jamaah sufi yang mulai merekah di dunia milenial saa ini. Di samping karyawan pabrik di Gresik, kerja sambilannya menjaga ponten (toilet). Gaya celoteh yang santai, agak noraknamun tetap bersahabat. Bagi yang belum biasa dengan kode, bahasa, komunikasi, style biker biker CB memang ocehan, komentar nya bikin panas. Tapi itu hanya di sosmed (maya). Jangan masukkan semua itu saat temu darat (offline), dijamin semua akan akrab pada saat dan tempatnya.....hehehehe.
Awal kenal dunia biker kira kira 10 tahun yang lalu, diawali dunia motor CC besar klasik yang tergabung dalam MAC Indonesia ada sosok : Juma'in Malang. Pegawai Dinas Tata Kota Malang (konon) bagian pengambilan sampah (katanya juga). Bapak Juma'in yang eksentrik dan unik cukup mewarnai even even baik kecil (lokal) hingga nasional (jambore). Masihkah sosok Juma'in saat ini ?. Bila masih memang buat kangen sendiri, entah minta jatah : kaos, UM (makan) dan jajaj mau pulang.
jumain zundap - paling kanan
Bravo buat para biker unik nusantara, kehadiran kalian menghidupkan acara dan saudara. Meski terasa kasar, alot dalam bahasa akan tetapi lunak saat bersua, itulah ciri khas biker biker nasional kita terutama yang beraliran klasik (lawas). Karena klasik memang unik, dan yang jelas makin klasik makin asyik.
Sejenak tertegun dengan ornamen dan tata ruang warung buat ngopi dan rehat yang letaknya di lokasi strategis jalan Veteran 228C Tipes Solo yang dikelola PT. Rins Umat Sejahtera Solo. Mengambil konsep warung umum untuk semua kalangan dengan nama Wedangan OnNasi, hadir dengan kemasan anyar serta rileks khususnya malam hari. Di tengah persaingan antar cafe corner, warkop, cafe pasta dll memang tak mudah untuk bertahan apalagi berkembang di zaman now. Memang ada yang melesat naik dengan cepat, biasanya memang sudah punya pangsa yang jelas serta mindset merek yang kuat melekat. Sebut saja : sop ayam pak min, sturbuck coffe (franchise dunia), ayambakar wong solo dll.
Konsep cafe corner, tahap tahap awal memerlukan konsep (basic) komunitas yang kuat agar cashflow sementara waktu dapat menghidupi usaha itu. Selengkapnya tentang PT.Rins bisa berikut ini. Dan kami pun berusaha menampilkan dalam blog ini dengan judul Mendirikan Cafe Corner Sediakan Ruang Untuk Biker , kebetulan diantara pemegang saham utama juga mempunyai motor CC besar dan kapan kapan perlu dipajang buat interest views. Karena masih taraf renovasi menuju pemanfaatan ruang dan kantor adminstrasi, kami yang pernah bergelut dunia biker indonesia menyarankan untuk membuka ruang (space) khusus biker community.
inner room cafe corner on-nasi
Mereka secara ikatan emosional cukup kuat dan kegemarannya untuk berkumpul meski secara dadakan. Tak kenal perbedaan klas, jabatan, status di dunia mereka. Dan ini segmen yang cukup potensial. Harapannya untuk tahap awal, buat bensin atau BBM sebuah cafe corner pemula memang sangat dinantikan kehadiran, volume dan kuantitas para tamu yang solid agar eksistensi awal terpenuhi. Akan tetapi perlu juga dibuat menarik dari sisi harga agar kesusesuaian kantong mereka teradopsi dikarenakan sikondom (situasi, kondisi, domisili) memang beda akhir akhir ini, yakni daya beli menurun serta ditutupnya beberapa mall besar serta mart mart jumbo di kota besar.
contoh biker cafe corner
Dengan menyediakan space buat biker, salah satu keunggulannya dapat menarik para pelanggan lain hanya syaratnya memang harus agak ketat dalam hal pengawasan buat mereka. Karena konsepnya juga umum, maka kenyamanan pelanggan lain juga harus ditanamkan kuat. Maklum, dunia biker yang umumnya sedikit agak bebas, suka canda, saling tukar pengalaman dunia touring terkadang lepas kontrol dengan sedikit agak gaduh. Asalkan dari awal dikomunikasikan dengan biker costumer, insya Alloh tidak akan mengganggu para tamu lain yang ingin menikmati di Wedangan On_Nasi Cafe Corner. Cukup sediakan 1,2 buah pigura sebagai pemanis biker yang kebetulan lewat atau pas berhenti saat lampu merah dekat cafe. Pigura bisa beraliran Japan Classic atau Europa Classic serta ditempel di sudut manapun bila perlu mudah dirubah, ini sudah merupakan materi market tersendiri.
Meski bukan anggota secara langsung, dinamika
organisasi yang menampung para biker biker CB Nusantara selalu jadi pembicaraan
hangat, sehangat minum atau teh sore ini. Seperti badan kemasukan alergi
gatal, makin digaruk makin gatal namun enak dirasakan padahal itu sebenarnya
bisa jadi penyakit kambuhan. Ada yang sudah memakluminya sebagai badan/ lembaga
penuh dinamika dari penilaian miring, netral hingga memang bisa dibanggakan
karena sudah menyelenggarakan beberapa kali jambore nasional bahkan sudah eksis
acara acara CB di luar Jawa terutama yang sudah stabil di pulau kalimantan
(borneo).
setia dengan tipe dream nya
Sore ini ada sebah unggahan kalimat cukup pedas dari biker
sekaligus anggota tentara nasional, meski sebenarnya susunan kalimatnya ala
selera sendiri. Akan tetapi jika dimaknai dalam, itu ungkapan rasa sesal
sekaligus kejenuhan yang bangkit bak harimau bangun dari tidur lama. Model atau
tipikal demikian itu biasa dalam komunitas CB Indonesia, hehehehehe.....karena
aneka tipikal berkumpul jadi satu, sementara seleranya berjuta rasa. 2 dari 3
orang saja karakternya sudah kontras, apalagi ribuan anggota se nusantara, belum lagi selera tunggangannya.
passion atau status yang sangat eksentrik
Memang gampang gampang susah mengelola anggota tersebar berbagai kota meski dengan kegemaran (hobi) sama. Beda persepsi, mengakibatkan aneka responsivitas yang berbeda pula. Yang jelas jasa jasa para pendiri itu tak ternilai harganya. Berkat acara CB atau even CB banyak : terangkat nama produk hand made nya (kami pun beberapa waktu dikenal di kalangan CBI dengan produk kaosmotorklasik). Belum lagi para even organiser yang terlibat, stand atau lapak yang mensupport hingga para pedagang musiman (even an istilahnya). Dengan ribuan tamu serta rata rata siap touring adalah potensial yang handal.
Namanya pengurus entah daerah atau pusat hingga sekelas klub lokal, sudah cukup banyak : waktu, dana, hingga tenaga agar eksistensi yang diwadahinya establish (eksis). Akan tetapi sepanjang perjalanan, banyak juga yang splite (pecah) akibat beda misi dan visi. Untuk CB Indonesia, alhamdulillah masih solid. Sedang dinamika, perubahan, serta efek samping yang terjadi baik positif atau negatif sudah jamak lumrah, dan rata rata para sesepuh dan pengurus maklum adanya. Ibarat pondok pesantren, meski tanpa kyai karena figurnya sudah tiada atau meninggal, dengan Gus Gus pun cukup untuk hidup dan dihidupkan. Tidak mati suri serta dinamika bagaimanapun efeknya, sesuatu yang sunnatulloh (pasti adanya). Dengan demikian, spirit para petinggi dan pengurusnya yang lokal, regional hingga pusat tetap sabar namun pasti tetap akan dapat dukungan banyak biker biker yang masih rindu gaspol dan touring.
Suatu ketika main ke seorang teman di Jogjakarta di bilangan Tamansiswa, beliaunya adalah kakak kelas SMA di Solo. Usai sholat dhuhur, agak terperanjat dengan pemandangan koleksi tetangganya yang lumayan tajir braath.......ada CB 200, CB 175 dan bongkahan mesin klasik entah : jawa, atau matchless atau lain lainnya. Yang kuperhatikan ke sudut pandangan pada CB 200 nya yang masih thokcer dan jreng. Yang 175 saja sudah bagus meski agak brebet brebet, namun nampaknya siap cek ricek dikit dan siap lempar ke pasaran. Kejadian itu masih tinggal di Gamping Jogja. Tipe 200 tentu lebih ajib lagi, dengan performa legendaris yakni sebutan 200.
anak bapak tampil akrab di twin motor
Semarak saat diadakannya acara twin motor di hotel yang terletak di jalan rajiman Solo. Khusus yang jenis CB 200 kuperhatikan one by one, dan memang rata rata perawatan serta maintenance sang owner cukup membuat kagum karena masih tetaten dan rajinnya motor peninggalan atau yang dapat karena pembelian. Pada tulisan ini tidak dibahas detail tentang CB 200 dari sisi teknis, namun ide nulis ini muncul dengan ringan dan selintas saja. Sehingga kami ambil sumber berdasarkan data yang ada (you tube CB 200) dan karena siang tadi melintas seputar Solo selatan, saat lampu merah (bangjo) bersamaan dengan biker membawa CB 200 warna merah. Meski sudah tidak lengkap, namun masih layak dan jreng buat ngegas.
Apapun seleranya, dengan berkendara CB 200 akan tampil maikin pede dan serasa elegan manakala dengan kapasitas standar saja sudah cukup sekali. Dari kejauhan sudah menjadikan perhatian sendiri. Dengan penampilan knalpot yang standar, tidak menjadikan telinga berisik terganggu. Pernah mencoba sekali saja, dengan tarikan biasa memang membuat pendendara bak raja jalanan sementara, walaupun sebentar namun tetap biin tegar. Sedikit cercahan pengalaman dengan CB 200 ini membuat ide nulis Mengagumi Karya Hebat CB 200. Bagi yang masih memiliki jenis honda CB 200 ini, sebaiknya kuatkan iman saja agar masih di tangan anda, jangan mudah tergiur fluktuasi twin motor yang memang menggiurkan kenaikan harga pasca pemilihan langsung (pemilu) ini. Walau ekonomi secara umum stagnan, pemilik twin motor tetap bisa berdeposito dengan jenis motor ini.
Pagi ini karena beberapa hari gangguan internet, tak bisa posting via notebook....., hehehehe.....!! Tenang brother biker, ada kenampakan menarik yakni ustadz abdussomad naik motor gede di daerah Simpang Tanjung Alam Bukittinggi Sumatera yang diposting sdri Sri Rizki dari CB Depok Club (CBDC). Menambah koleksi beberapa ustadz yang memang akrab dengan moge (motor gede). Sebut saja alm. ustdz Jefri Al Bukhory yang kebetulan wafat dengan moge 600 CC nya dari jenis Kawasaki Ninja. Aa' Gym yang suka dengan moge china dalam beberapa pose waktu dulu. Ada juga Kyai Syarif Hidayatullah Sragen yang ingin disapa dengan Kyai Royal Enfield. Belakangan ada kelompok yang konsentrasi kegiatan sholat shubuh bersama dan sempat dituliskan disini yang rata rata semangat belajar agama (baca islam) dengan intensif tanpa meninggalkan kegemarannya.
mencoba CC 1000 lebih
Kenapa ustadz lebih mood dan passion dengan motor gede ?. Tak pelak lagi, urusan naik boleh mewah jika sedang tugas adalah hal biasa bagi mereka (seperti UAS) yang dikenal kokoh dan kenthal dalam berprinsip yang konon datuknya pun seorang ulama besar di kampung halamannya. Naik mobil kenampakannya tertutup dan terkadang terkesan individualis, nama lain atau antagonis nya arogan. Kalo arogan untuk yang negativ sedang individualis masih halus daripada egois, hehehehe......silakan komplain bila tak setuju. Sekelas UAS memang tak asing dengan namanya kendaraan apapun bentuknya apalagi wawasannya dengan ajaran islam yang banyak disebut baik dalam Quran atau hadist Nabi Muhammad SAW baik dengan : An'am, Ba'iir (unta besar), Ibil (unta standard), Khimar (keledai), Faros, Khoil (kuda) dll. Bahkan keterangan dalam ayat : barang siapa beramal baik dengan seberat atom (dzarroh), sebagian ahli tafsir memberikan info dengan kebaikan itu dengan : kendaraan, yakni kuda. Beramal baik dengan kuda, untuk zaman now bisa diartikan dengan berbagai sarana kendaraan.
riding in the road tanjung alam with UAS
Yang dahsyat adalah kendaraan saat naik dari dunia ke langit momen isro' mi'roj (dari syam palestina ke langit 1 hingga langit 7 hingga sidratyl muntaha) nabi Muhammad SAW disaranai dengan bouroq (besarnya diatas khimar dan lebih kecil dari kuda). Sehingga UAS pun saat naik moge, lalu bila beliau menjelaskan makna kendaraan, insya Alloh tak akan jauh seperti itu. Dan ini sering disampaikan beberapa ustadz lain dalam pencerahan umat nya yang sedang mendengarkan. Di Aceh UAS sempat diberikan sarana cukup mewah dengan roda empat hampir sama dengan Alphard, yakni jenis Vellfire. Kembali ke mood atau passion tadi, akan nampak akrab dengan hadirin apalagi komunitas biker hijrah yang sedang booming, tentu UAS akan milih roda-2 (twoo wheels).
abah Syarif Sragen dg Royal Enfield nya
Namanya netizen, seperti blog ini juga bagian dari netizen juga. Tampak celana UAS dan sepatu belum ganti alias disesuaikan....yaaahhhhh, ketahuan juga akhirnya. Celananya masih standard guru, dosen, PNS ?. Dari sisi kostum sudah menyesuaikan dengan berkostum kaos dan syal yang dililit di leher. Tapi tak apalah, tak kalah gagah dan matcho bila dibanding presiden beberapa waktu lalu berada di builder kondang nasional dan saat itu pak JKW naik moge jenis klasik yang sudah kostum kalau tak salah : Yamaha XS 650 CC. Tangkinya cukup mini, beda dengan UAS yang masih origin dengan moge yang dipakai.
passion dg habibat asli
bravo UAS.......hancurkan aspal bukittinggi....jadikan ritual aspal walau pakai sandal .....yang penting jangan lupa itu syal
Mitos atau apapun namanya memang tak bisa dipungkiri dan tak ada kaitannya secara langsung. Kebetulan memang CB Indonesia sedang gencar gencarnya event berlangsung baik sebelum jamnas VIII Sulsel atau sesudahnya. Hari ini kami lihat tadi seputaran jalanan jantung kota Solo banyak rombongan biker usai dari Jogja, dan juga kemarin sore sempat ngobrol sebentar dengan biker biker CB milenial dari Magetan yang mau ke acara ini di jogja yang rest sore serta sambil ngopi di seputaran SPBU Jamsaren jalan Veteran Solo. Namun siang ini ada khabar bahwa lady biker dari Jawa Timur Rullita Chyintia tinggalkan kita selama lamanya atau wafat karena sakit beberapa waktu.
srikandi ramah as a lady biker
Sama sekali tak ada hubungan antara event CB yang banyak, lalu musibah juga banyak. Musibah tetap ada meski tak ada acara/ event sekalipun, karena roda dunia demikianlah. Sepertinya Yang Punya Alam ini yakni Alloh SWT, selalu ingin memberi pelajaran bahwa dibalik kegembiraan (dengan hadir di event) hadir pula musibah dari yang ringan hingga tidak kecil seperti lakalantas yang akibatkan meninggal selama lamanya seperti kegembiraan saat dekat kota Solo yakni kecelakaan di timur kota solo beberapa waktu lalu. Namun inilah realita, berkenaan dengan acara besar CB Police Jogja.
saat ngegas dengan japs
Pernah juga ditulis di blog ini musibah usai acara CB semarang, yakni alm senior Hanung dari Bali. Kali ini lady biker yang cantik dari Jawa Timur yang akrab dengan japs style nya yang bisa dikatakan masih cukup belia tinggalkan para penggemar CB mania indonesia selamanya. Semoga diterima amal ibadah nya di sisi Sang Khaliq sesuai yang telah dijalaninya di dunia untuk menuju alam berikutnya. RIP Lady Biker Rulita Chyntia, kenangan indah bersama biker biker CB Indonesia tak akan pernah kami lupakan.
Sebagai pihak, individu, biker, lapaker dan apapun namanya serta pernah bersentuhan dengan kebesaran nama CB Indonesia. Maka tak salah bila telah tercatat dalam sejarah nasional dunia otomotf indonesia, ada yayasan yang digawangi murni para pecinta, penggemar, komunitas honda CB Indonesia yang akhirnya terwadahi dalam lembaga ini yang masih eksis hingga saat ini. Ada segudang prestasi besar yang dilakukan oleh anggota, pengurus, komunitas yang tergabung dalam CB Indonesia bulan ini yakni adanya Jambore Nasional CB Indonesia di Wajo Sulawesi Selatan, serta pelunasan pembelian lahan oleh Yayasan KCBI
hasil jualan kopi ada penyisihan untuk KCBI
Mengorganisir para biker biker itu unik. Tidak perlu formal amat, namun keguyuban menjadi hal yang dikedepankan. Jika dibiarkan, dengan puluhan ribu anggota bebas akan menjadi masalah tersendiri. Jika dikelola ala organisasi atau ormas, akan dijauhi. Tidak ada formula resmi yang diberlakukan, yang penting baik selaku anggota, pengurus dan komunitas saling memahami peran masing masing. Kenapa ?, kebiasaan tidur bersama saat touring menjadikan kedekatan sudah mengakar lahir batin, bahkan uang saku habis pun akan menjadi trend dan biasa dikatakan kepada kawan dekatnya, hehehehe. Makin sungkan, makin tersusahkan.
Release pagi ini, sang paketu Yayasan KCBI memberikan informasi menarik yakni informasi posisi cashflow yayasan hingga diturunkan kabar terakhir. Cukup jelas, rinci, dan tidak ribet dalam menyampaikan hal hal penting kepada para anggota, pengurus, simpatisan hingga para donatur tetap nya. Sebuah strategi baru dalam dunia otomotif yang beraliran klasik, namun juga tidak klasik klasik amat, karena motor motornya kencang kencang, hehehehe.....!! Demikian info yang disampaikan pagi ini, sengaja laporan penulis sampaikan apa adanya untuk menjaga orisinalitas berita kecuali hanya editing untuk fontasi, paragraf dll yang tidak mengubah isi dan materi.
PELUNASAN PEMBAYARAN LAHAN TAHAP 2 UPDATE DONASI PEMBEBASAN LAHAN YAYASAN KCBI PEDULI TAHAP 2 BULAN OKTOBER 2019
1. Saldo bulan lalu 256.775.000. 2. Pemasukan 10.081.500 3. Saldo keseluruhan 266.856.500 4. Pengeluaran 254.900.000 5. Saldo 11.856.500
1/10/19
Hakim 200.000*
Hamba Allah SMPN 1 Sukorejo 500.000
Estu 200.000*
Rizky 200.000*
2/10/19
Kcbi Kudus 200.000*
Rahman 500.000*
Bayu Hendrawan 125.000*
3/10/19
Lelang kaos 500.000*
Lelang kaos dan sarung 200.000*
Crew cb Arjuno 1.006.500
Hamba Allah Bangil 400.000*
Boncu 100.000*
Kcbi Batam 300.000*
4/10/19
Agung 200.000*
Lelang T 150.000
Arifin 200.000*
5/10/19
Bayu 300.000
Penjualan kaos cb kluyur 200.000
9/10/19
Lelang motor supercub 2.000.000
Lelang piringan cakram 500.000
Hamba Allah Anyer 200.000*
Lelang kaos cb police 250.000
10/10/19
Lelang kacamata 350.000
Hari 500.000*
Penjualan kaos 200.000
17/10/19
Jumadi 400.000
30/10/19
Hamba Allah Sumbersuko 200.000*
Total 10.081.500
Pengeluaran
Pembayaran tanah 250.000.000
Jasa makelar 1.500.000
Uang penyaksian ke desa 3.000.000
18/10/2019
Ongkir sepeda ke kediri 400.000
Total 254.900.000
Rekening kcbi peduli
BRI 751-301-003-044-532
An yayasan kcbi peduli
Konfirmasi
Wak brenk Cb 083833273525
Eko Trianto 085784749188
Erfand Ajm 081333305789
Muhammad Ibnu Atho'illah 082293468269
Nursan Yusuf Ata Aja 08563466822
Mohon konfirmasi ke kami jika donasi blm tercatat Terimakasih atas donasinya. Semoga menjadi catatan amal baik kita semua Aaamin
Wak Brenk Cb Erfand Ajm Muhammad Ibnu Atho'illah Ata Aja Eko Trianto
Sejak pekan lalu, masing masing calon tamu (biker CB) yang akan meramaikan jambore nasional CB Indonesia VIII di Sulawesi Selatan sudah menampakkan jati dirinya. Tulisan ini dengan tema sama bisa simak DISINI. Fenomena alamiah atau natural, dengan acara skala nasional memang jadi incaran para : penggemar, klub, independent, lapaker, komunitas dll. Tak salah dengan judul sama hanya ini tulisan kedua, memang perlu kami ulangi hanya dengan lokasi yang beda. yang pertama, lokasi jamnas di pulau Jawa, sedangkan yang akan berlangsung tanggal 27 Oktober 2019 besok di luar pulau Jawa. Tantangan baru para biker biker CB pulau Jawa agar tambah wawasan, tambah teman serta tambah sejuta saudara. Dengan atribut, motor, serta kostum (sragam), memang cukup membanggakan jelang acara jamnas CB Indonesia kali ini. Simak info dari cb news info cb mania berikut, brother Decomo yang dulu biasa buka lapak dengan kami, sekarang saatnya gaspol ke luar Jawa.
lapaker Decomo Blitar siap tancap
Yaah, kali ini memang luar jawa bukan hambatan berarti. Meski dengan tiket motor seharga lebih kurang 500 ribuan/ motor ternyata bukan persoalan. Semangat untuk berjamnas ria, biaya operasional akan ditanggung ramai ramai atau gotong royong. Penulis sendiri merasakan sebagai independent pernah buka lapak/ stand dengan swadana (self billing) baik Sumatra, Kalimantan dan Bali. Khusus untuk Kalimantan, berangkat dengan naik pesawat udara yakni via Semarang dan Jogja. Sebagai contoh adalah seperti acara CB di pangkalanbun. Meski momen ini berdekatan dengan acara CB besar lainnya, yakni CB Police Jogja awal bulan November 2019, tak menyurutkan mereka yang akan menghadiri acara jambore nasional CB Indonesia meski dengan ekstra biaya.
standby di pelabuhan gilimanuk Bali
Sebagai media non profit yakni cbnews info cb mania, terdepan dalam mewartakan seputar biker biker CB yang akan menghadiri acara. Semoga menjadi kebaikannya, karena informasinya amat berguna baik untuk biker yang bersangkutan atau keluarganya. Pernah temu dengan brother Isac Yudhi selaku punggawa media ini di Bengkulu dan Solo beberapa tahun lalu. Semoga persiapan, hingga penyeberangan serta menuju lokasi diberikan keselamatan mengingat cuaca tropis saat ini berada di ujung transisi, yakni bulan Oktober adalah bulan peralihan antara musim kering menuju hujan yang sedikit banyak mempengaruhi keadaan gelombang laut entah kecil atau besar.
Alternatif buat biker yang ingin lakukan kegiatan sampingan bahkan bisa menjadi pokok di kemudian hari adalah biker shubuhan. Saya katakan sebagai rest area, karena dengan media inilah saat saat yang indah buat biker yang sudah berpengalaman mengaspal. Judul biker shubuhan sebagai alternatif rest area dipilih, mengingat suatu saat dengan bertambahnya usia dan umur, biker akan alami perkembangan jiwa yang dinamis. Tadi pagi sempat memantau suasana di Masjid Agung Baiturrahman Sukoharjo Jawa Tengah. Dengan iktikaf umum (tikum) dahulu di masjid besar ini, lalu dilanjutkan dengan shubuhan bersama serta Tabligh Akbar.
brosur yang disebar secara online
Dengan mengambil jalurroad to mushola Al Amin Nguter Sukoharjo, di rest area inilah dilangsungkan area standby untuk bersama mendengarkan ceramah ust Drs. H. Nurhadi Wasono yang terkenal dengan suara bass nya dan sudah cukup dikenal di kalangan komunitas pengajian di Jawa Tengah. Jiwa biker memang tak akan pernah lekang di masing masing biker ybs, akan tetapi penambahan waktu serta usia makin bertambah, mereka perlu adopsi kegiatan yang mengarah kepada kebajikan yang teratur meski hanya sebulan sekali, 2 minggu sekali atau bahakn sekali seminggu. Penulis baru pertama-X nya ikut acara ini, itupun agak tertinggal rombongan. Akan tetapi menjadi momentum yang indah karena keluar dari kebiasaan (khoriqul 'adad). Kebiasaan manusia khususnya biker adalah suka kumpul akhirnya perlu wadah yang memadai, agar mereka tidak selamanya berada di jalanan, namun diusahakan berada di jalur yang benar baik secara umum hingga agama (baca islam) yang kebanyakan dianut oleh pengikut biker shubuhan ini. Bravo program biker shubuhan, semoga menjadi amal salih bagi yang merintis, mengusahakan kegiatan, hingga mengusahakan biaya penyelenggaraannya. Amin